Bukan Cuma Lebanon, Israel Tetap Serang Gaza hingga 22 Warga Palestina Tewas

JAKARTA - Serangan militer Israel di Jalur Gaza menewaskan 22 warga Palestina. Pasukan Israel terus memerangi pejuang pimpinan Hamas di Rafah, dekat perbatasan dengan Mesir.

Kekerasan di Gaza terjadi ketika pertempuran meningkat antara Israel dan pasukan Hizbullah yang didukung Iran di perbatasan Israel dengan Lebanon – konflik paralel yang memicu kekhawatiran akan perang besar di Timur Tengah.

Tank-tank Israel bergerak merangsek di wilayah utara dan barat Rafah, melawan pejuang Hamas dan Jihad Islam, menurut penduduk dan pernyataan yang diterbitkan oleh dua kelompok militan Palestina.

Dilansir Reuters, Selasa, 24 September, warga mengatakan tentara Israel meledakkan beberapa rumah di wilayah timur dan tengah kota.

Sayap bersenjata Hamas dan Jihad Islam mengatakan para pejuang menyerang pasukan penyerang dengan roket anti-tank, meledakkan bom yang sudah ditanam dan tembakan mortir.

Pejabat kesehatan Palestina mengatakan 22 orang tersebut tewas dalam beberapa serangan udara Israel di Jalur Gaza tengah dan selatan. Dalam salah satu serangan, enam warga Palestina tewas, termasuk tiga wanita, di sebuah rumah di Nuseirat, salah satu dari delapan kamp pengungsi bersejarah di wilayah tersebut.

Belum ada komentar dari militer Israel.

Sebagian besar dari 2,3 juta penduduk Gaza telah mengungsi dalam hampir satu tahun peperangan ketika serangan udara dan artileri Israel telah menghancurkan sebagian besar wilayah kantong Palestina menjadi puing-puing.

Lebih dari 41.400 warga Palestina telah tewas dalam serangan Israel, menurut kementerian kesehatan Gaza.