Menhub Budi Tawarkan Asing untuk Kelola Bandara IKN

JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi membuka peluang operator bandara luar negeri untuk mengelola bandara di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, dan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan, Balikpapan.

Budi bilang, operator bandara luar negeri ini bisa bekerja sama dengan operator bandara dalam negeri, Angkasa Pura Indonesia untuk mengelola dua bandara tersebut.

Lebih lanjut, Budi meyakini kehadiran operator bandara luar negeri ini dapat membantu untuk meningkatkan daya saing bandara di Indonesia.

“Jadi Balikpapan bisa saja untuk dalam negeri, yang internasional di IKN. Ini kita sedang berbicara, jadi kita dengan (operator) asing dan Aangkasa Pura mengelola dua bandara itu,” katanya di Sarinah, Jakarta, ditulis Selasa, 10 September.

Budi bilang rencana ini masih dalam tahap proses kajian. Meski begitu, Budi mengaku sudah menawarkan konsep pengelolaan bandara antara Angkasa Pura Indonesia dengan operator bandara asing ini kepada Menteri BUMN Erick Thohir.

“Tapi memang dengan adanya bandara IKN yang panjangnya 3.000, di Balikpapan yang 2.400 juga panjang. Jadi, dan pusat haji dan umrah di Kalimantan bisa di situ,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan perkembangan pembangunan Bandara Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, cukup signifikan. Salah satunya pembangunan runway atau landasan pacu.

Hal tersebut disampaikan Menhub Budi usai mengecek langsung progres pembangunan Bandara Nusantara di IKN, Kalimantan Timur pada Minggu, 8 September.

Budi bilang pada akhir Agustus lalu, runway masih baru memiliki panjang 1.025 meter. Namun, saat ini pembangunannya sudah mencapai lebih dari 1.900 meter.

“Pembangunan runway per hari ini telah mencapai 1.975 meter. Ini masih sesuai target kita. Dalam waktu dekat ini akan rampung hingga 2.200 meter,” katanya dalam keterangan resmi, Senin, 9 September.

Budi bilang pembangunan Bandara Nusantara di IKN ini terus berlangsung cepat meski kondisi cuaca terkadang gerimis dan hujan.

Selain runway, sejumlah perkembangan pada kawasan bandara telah terlihat.

“Di antaranya adalah terminal VVIP yang pembangunannya telah mencapai 90,16 persen, dibanding bulan lalu yang masih 82,6 persen. Sedangkan, untuk terminal VIP telah rampung 77,06 persen,” jelasnya.

Untuk fasilitas penunjang, sambung Budi, tower ATC per hari ini telah terbangun 53,71 persen, gedung administrasi dan operasional sudah terbangun 61,03 persen, dan Gedung PKP-PK sudah rampung 68,71 persen.

“Hingga saat ini pembangunannya berjalan baik. Kendala masih pada kondisi cuaca yang tidak menentu dan agak melambatkan pekerjaan. Tapi, semua masih on track,” katanya.