Pemimpin Hizbullah Tegaskan Konfrontasi di Lebanon Tidak akan Berakhir Sebelum Gencatan Senjata di Gaza
JAKARTA - Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah berjanji untuk terus melanjutkan konfrontasi dengan pasukan Israel di wilayah perbatasan kedua negara, sampai serangan terhadap Gaza dihentikan dan ada gencatan senjata.
Nasrallah menyampaikan pidato di televisi untuk memperingati satu minggu sejak kematian seorang komandan berpengaruh di Hizbullah akibat serangan Israel di Lebanon selatan.
Dia mengatakan, "hanya gencatan senjata di Gaza" yang akan membuka kemungkinan diakhirinya baku tembak di perbatasan Lebanon-Israel, dilansir dari CNN 15 Januari.
"Kita lihat saja apa yang terjadi setelah itu," tambahnya.
Lebih jauh Hassan Nasrallah juga mengecam Washington D.C terkait serangan AS dan Inggris di Yaman minggu ini yang bertujuan menghentikan serangan pemberontak Houthi terhadap rute pelayaran komersial utama di Laut Merah.
Nasrallah, yang merupakan sekutu utama Houthi dan sama-sama didukung Iran, mengatakan serangan itu akan mengubah Laut Merah "menjadi medan perang."
Mengomentari ancaman baru-baru ini dari kabinet perang Israel untuk memperluas perang ke Lebanon, Nasrallah memberikan nada menantang.
Baca juga:
- Resmi Naik Takhta Gantikan Ratu Margrethe II, Frederik X: Harapan Saya Menjadi Raja Pemersatu
- Ukraina Luncurkan Layanan Chatbot untuk Kerabat Tentara Rusia yang Hilang
- Fregat Admiral Golovko Bergabung dengan Armada Laut Utara Rusia, Dibekali Rudal Hipersonik hingga Fitur Siluman
- Niat Membantu Seorang Wanita, Pilot Ini Diculik, Dipukuli dan Rekening Banknya Dikuras
"Israellah yang seharusnya takut akan perang. Kami tidak akan berdiam diri saat Israel menyerang Lebanon," tegas pemimpin Hizbullah tersebut, seraya menambahkan kelompok paramiliter tersebut tidak takut akan konflik.