Shin Bet Tuding Iran Coba Merekrut Warga Israel Sebagai Mata-mata Melalui Media Sosial

JAKARTA - Badan keamanan Israel Shin Bet mengatakan, pihaknya telah mengungkap upaya baru yang dilakukan agen Iran untuk merekrut warga negara mereka untuk melakukan misi mata-mata bagi mereka dengan imbalan uang melalui media sosial.

Badan tersebut mengatakan, pihak Iran menghubungi warga Israel melalui berbagai platform dalam beberapa bulan terakhir, termasuk X (sebelumnya Twitter), Telegram, WhatsApp, Facebook, dan Instagram dan menggunakan berbagai penipuan, memicu percakapan awal, dilansir dari The Times of Israel 22 Desember.

Dikatakan, para pelaku menyamar sebagai broker real estate, orang-orang yang tertarik dengan pemasaran drone, orang-orang yang meminta pemotretan, orang-orang yang tertarik dengan kencan online, orang-orang yang mencari penyelidik swasta, jasa kurir dan alasan lainnya.

Para agen tersebut kemudian akan meminta warga Israel untuk melakukan berbagai misi dengan imbalan uang, yang menurut Shin Bet "dianggap tampaknya tidak berhubungan dengan aspek keamanan, namun jelas dimaksudkan untuk melayani Iran dan memperkaya intelijen yang mereka miliki."

Dijelaskan, warga Israel yang direkrut diminta untuk memotret berbagai situs dan memverifikasi alamat. Menurut Shin Bet, beberapa orang Israel tidak melaksanakan tugas tersebut dan memberi tahu pihak berwenang.

Shin Bet mengatakan, upaya untuk merekrut orang Israel adalah "metode operasi badan keamanan Iran yang terkenal."

Sejak pecah perang Hamas-Israel di Jalur Gaza, Shin Bet telah mengidentifikasi "upaya aktivitas pasukan keamanan Iran telah meningkat pesat, dengan menggunakan ruang digital untuk tujuan intimidasi, menyampaikan pesan atau memajukan aktivitas teror."

"Tujuannya adalah untuk membantu Hamas dalam perangnya dan merusak ketahanan nasional serta upaya perang Israel, menyebarkan demoralisasi dan memperdalam perpecahan sosial," kata badan tersebut.

Shin Bet mengatakan, mereka juga telah mengidentifikasi halaman media sosial yang menyamar sebagai orang Israel dan "memanfaatkan masalah sandera secara sinis dan manipulatif, dan bahkan mencoba untuk bertindak melawan keluarga sandera dan keluarga yang ditinggalkan."

"Banyak informasi dikumpulkan tentang identitas agen Iran di balik profil palsu tersebut," kata badan itu.

Sementara itu, tangkapan layar percakapan yang dirilis oleh Shin Bet tampaknya menunjukkan seorang agen Iran meminta salah satu warga Israel untuk melakukan pembunuhan terhadap sasaran yang tidak diketahui.

Warga itu terlihat meminta 70.000 euro untuk serangan tersebut. Sementara, warga Iran mengatakan ia akan membayar 10.000 euro di muka, dan 50.000 euro lagi setelah warga Israel menunjukkan gambar korban tewas.

Badan tersebut juga merilis rekaman audio seorang agen Iran berbicara dalam bahasa Ibrani, menawarkan 100 dolar kepada warga Israel lainnya untuk tugas yang tidak diketahui.