SEC Selidiki Masalah Keamanan Saat X Masih Menjadi Twitter

JAKARTA - Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) sedang melakukan penyelidikan terkait masalah keamanan di Twitter, saat ini dikenal dengan X, pada tahun 2018. Masalah ini menyebabkan informasi pribadi dari para penggunanya tersebar.

Masalah keamanan berupa bug  saat itu membuat orang bisa melihat alamat email saat seseorang ingin menyetel ulang kata sandi. Padahal, seharusnya email tidak terlihat atau disembunyikan dan hanya menunjukkan beberapa kata di akhir dan di awal email.

Mengutip dari Engadget, SEC sedang menyelidiki apakah perusahaan bertanggung jawab saat itu dan mengungkapkan masalah mereka kepada para pemegang saham. Elon Musk sendiri menyadari masalah keamanan ini sebelum membeli Twitter.

Menurutnya, Twitter memiliki banyak masalah terkait keamanan dalam lima tahun terakhir dan mereka tidak benar dalam melindungi data penggunanya. Masih di masa sebelum Musk mengambil alih Twitter, ada keluhan dari mantan Kepala Keamanan Twitter Peiter Mudge Zatko.

Zatko mengatakan kepada SEC pada Agustus lalu bahwa Twitter memiliki kekurangan dalam melindungi platformnya. Ia juga menuding Twitter melakukan pelanggaran yang dibuat Komisi Perdagangan Federal (FTC)  di tahun 2011 terkait kasus privasi.

Pada informasi terbaru, Jack Dorsey, CEO Twitter sebelum kepemimpinan Musk, sedang diselidiki oleh SEC. Meski telah memulai penyelidikan, belum jelas kapan SEC akan menyelesaikan penyelidikan dan tindakan apa yang akan mereka ambil.

Sementara itu, SEC juga sedang menyasar Elon Musk dalam kasus yang berbeda. Ia mengunggat Musk atas masalah pengambilalihan Twitter di awal tahun 2022. Musk melanggar salah satu aturan terkait pengumuman pembelian saham di atas lima persen.