Presiden Jokowi: ASEAN Harus Mampu Bekerja Lebih Keras, Kompak, Berani dan Gesit
JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengatakan ASEAN harus mampu bekerja lebih keras, kompak, berani dan gesit untuk menjadi 'Epicentrum of Growth', sesuai arah ASEAN, saat membuka Sesi Pleno KTT ke-43 ASEAN di Jakarta, Selasa.
Presiden Jokowi mengatakan, kesatuan dan sentralitas ASEAN menjadi kunci utama untuk menghadapi besarnya tantangan dunia saat ini.
"Arah ASEAN jelas, menjadi 'Epicentrum of Growth'. Modal ASEAN besar untuk meraihnya. Tapi, ASEAN harus mampu bekerja lebih keras, lebih kompak, lebih berani dan lebih gesit," jelas Presiden Jokowi.
"Selain itu, ASEAN juga butuh strategi taktis jangka panjang yang relevan dan sesuai harapan rakyat. Yang tidak hanya untuk lima tahun ke depan, tapi 20 tahun ke depan sampai 2045," sambung Presiden Jokowi.
Lebih jauh Presiden Jokowi mengatakan, ASEAN sebagai bagian dari kawasan Indo-Pasifik juga terus konsisten bekerja keras, baik menggunakan pendekatan inklusif melalui kerja sama Sekretariat ASEAN dengan Sekretariat Pacific Island Forum (PIF) dan Indian Ocean Rim Association (IORA). Maupun pendekatan ekonomi dan pembangunan ASEAN-Indo Pacific Forum, sehingga ASEAN bisa berdampak bagi rakyatnya dan juga bagi dunia.
"ASEAN sebagai kapal besar memiliki tanggung jawab yang juga besar, pada ratusan juta jiwa rakyat yang berlayar bersama di dalamnya," ujar Presiden Jokowi.
Baca juga:
- Buka KTT ke-43 ASEAN, Presiden Jokowi: Kesatuan ASEAN Masih Terpelihara dengan Baik
- Kim Jong-un Dikabarkan akan Temui Presiden Putin di Vladivostok, Amerika Serikat Cermati Pengiriman Senjata
- Di Hadapan Presiden Presiden Erdogan, Vladimir Putin Sebut Serangan Balasan Ukraina Gagal
- Presiden Erdogan dan Putin Buka Peluang Pemulihan Kesepakatan Biji-bijian Laut Hitam, Ukraina Ingin Jalur Alternatif
"Dan walaupun harus berlayar di tengah badai, kita sebagai para pemimpin ASEAN harus memastikan bahwa kapal ini mampu terus melaju, mampu terus berlayar, dan kita harus jadi nahkoda di kapal kita sendiri untuk mewujudkan perdamaian, mewujudkan stabilitas, mewujudkan kemakmuran bersama," pungkas Presiden Jokowi.