Pemkab Cianjur Pastikan 200 Rumah Korban Gempa Bisa Ditempati Tahun Ini
CIANJUR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, memastikan 200 penghuni rumah relokasi korban gempa Cianjur di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, sudah dapat mengisi rumahnya pekan ini setelah sempat terkendala keterlambatan penyerahan kunci dari Kementerian PUPR.
Asisten Daerah (Asda) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemda Cianjur, Budhi Rahayu Toyib mengatakan kunci rumah relokasi di Desa Sirnagalih, baru diserahkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Senin kemarin.
“Kami baru menerima sore kemarin (Senin) diserahkan ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) setelah seremonial tempo hari belum dibuatkan berita acara, sehingga kunci belum diserahkan seluruhnya,” kata Budhi dikutip ANTARA, Selasa 14 Maret.
Penyerahan akan dilakukan pekan ini langsung ke tangan 200 penerima rumah relokasi yang sudah terdata dan mendapatkan rumah sesuai nomor yang sudah diberikan, sehingga mereka tinggal mengisi rumah masing-masing.
Sedangkan terkait belum adanya sambungan air bersih perumahan relokasi, ungkap Budhi, pemda akan memasok air bersih dengan menggunakan mobil tangki untuk sementara sambil menunggu pemasangan sambungan langganan baru oleh Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam).
“Bupati Cianjur Herman Suherman sudah meminta Direktur Perumdam Cianjur untuk melakukan pengecekan kebutuhan sambungan pipa di perumahan relokasi, termasuk kebutuhan air bersih warga yang akan dipasok dengan tangki air untuk sementara waktu," katanya.
Baca juga:
- Penerima Bantuan Gempa Cianjur Ada yang Targetkan Rampung Bangun Rumah Ramadan 2023, Pemkab Sarankan Aplikator
- Catat! Bantuan Korban Gempa Cianjur dari Pusat Langsung ke Rekening Warga
- Tim SAR Pastikan Temuan Tulang Belulang di Lokasi Longsor Bukan Korban Gempa Cianjur
- Rusak Berat Akibat Gempa, Kemenag Bantu Rp 13,22 Miliar untuk Madrasah di Cianjur
Untuk pemasangan pipa sambungan langganan baru, tambah Budhi, biayanya akan ditanggung Program Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang ada di Perumdam sehingga warga tidak akan dipungut biaya sama sekali.
"Untuk rumah relokasi di Kecamatan Mande akan menggunakan air tanah yang nantinya dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat karena air tanahnya bagus, tinggal ditarik pakai pompa. Rencana untuk Relokasi Mande, sudah dapat dihuni bulan Maret juga," katanya.