Perdana Menteri Malaysia Berjanji Selesaikan Persoalan TKI
JAKARTA - Perdana Menteri Malaysia Dato Sri Anwar Ibrahim berjanji untuk menyelesaikan permasalahan mengenai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Malaysia. Menurutnya, permasalahan mengenai TKI ini tentunya sangat melukai perasaan Bangsa Indonesia dan ia berjanji akan menyelesaikan permasalahan ini dengan memihak prinsip keadilan dan manusiawi.
"Soal TKI ini pendirian saya sudah konsisten lama dan saya pasti selesaikan," ujarnya dalam CT Corp Leadership Forum, Senin 9 Januari.
Anwar menyebut, hal pertama yang akan ia perbaiki adalah sistem pemilihan pekerja. Ia juga akan melarang agen penyalur tenaga kerja yang menekan dan mengambil keuntungan terlalu banyak dari pekeria migran.
"Kita tidak boleh izinkan sistem dengan agen-agen yang memungah kekayaan terlalu tinggi dan mendera rakyat," lanjut Anwar.
Anwar melanjutkan, sistem keagenan yang merugikan pekerja ini harus diubah tidak hanya di Indonesia dan Malaysia namun juga negara lain seperti Bangladesh sebab dianggap seperti perbudakan modern.
"Ini seperti modern slavery. Cari usaha lain jika ingin untung tapi jangan perdagangan manusia," imbuhnya.
Baca juga:
- Saham GOTO Sudah Anjlok ke Level Rp100, Bos GoTo Gojek Tokopedia Pasrah: di Luar Kontrol dan Pengetahuan Perusahaan
- Resmi Luncurkan Papan Ekonomi Baru, Bursa Efek Harapkan Banyak Perusahaan Unicorn Masuk Pasar Modal
- Terkena Lockup Sentimen, Harga GOTO Jauh di Bawah Konsensus Analis
- Minta Investor Tak Panik Respons Penurunan Saham GOTO, Analis: Tetap Wait and See Sampai Ada Sinyal Positif
Ia menyebut, dalam pertemuannya dengan Presiden Joko WIdodo, telah dikemukakan satu solusi yaitu digitalisasi agar tidak ada lagi ketimpangan dalam pembagian hasil antara agen penyalur tenaga kerja dan TKI.
"Ini saya beri jaminan ke presiden. Saya bilang presiden harus berkunjung ke Malaysia secepat mungkin dan saya akan pastikan presiden, Juni, maka saya pastikan bisa diselesaikan sebelum presiden tiba," pungkasnya.