Ajak Kadin, Astra Honda Motor hingga Perbankan, Kemenperin Bawa IKM Komponen Alat Angkut Masuk Rantai Pasok Industri Otomotif

JAKARTA - Kementerian Perindustrian menggelar kegiatan link and match antara industri kecil dan menengah (IKM) komponen alat angkut dengan tier Agen Pemegang Merek (APM) pada tahun ini. Kegiatan itu dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing IKM agar dapat menjadi bagian dalam rantai pasok industri otomotif nasional.

Dalam gelaran kegiatan Link and Match tahun ini, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) berkolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), PT Astra Honda Motor (AHM), Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), serta Lembaga Perbankan dan Lembaga Pembiayaan Non Perbankan yang mempertemukan sekitar 40 IKM komponen otomotif dengan 20 tier APM.

"Strategi kemitraan ini dinilai paling efektif untuk memperkuat rantai pasok industri otomotif di Indonesia," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam acara 'Link and Match IKM komponen alat angkut dengan tier APM' di Jakarta, Selasa 1 November.

Menurut Menperin Agus, strategi kemitraan antara IKM produsen komponen otomotif dengan tier APM dapat mendorong kemandirian IKM karena adanya kepastian pasar.

Selanjutnya, manfaat lain yang didapat IKM, yaitu adanya transfer teknologi, perbaikan kualitas dan kuantitas produk, pengelolaan sistem manajemen yang baik, peningkatan kompetensi SDM, serta kemudahan akses pembiayaan.

"Bagi industri besar otomotif, kemitraan dengan IKM mampu mendukung upaya peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) produk yang dihasilkan. Ini akan lebih banyak lagi industri dalam negeri yang dapat berkontribusi sebagai tier APM khususnya IKM," tutur Agus.

Kemudian, kata Agus, penguatan sektor IKM menjadi hal yang penting dalam menopang kinerja ekonomi nasional. Fasilitas permodalan dan transformasi digital menjadi kunci untuk memacu daya saing produk IKM.

"Selain permodalan, kami juga harus terus mendorong IKM bisa lebih cepat bertransformasi menuju era industri 4.0. Sebab, proses produksi akan lebih efisien dan bisa menciptakan inovasi," jelasnya.

Data AISI menyebutkan, sepanjang Januari-September 2022, penjualan kendaraan roda dua di pasar domestik mencapai 3.612.360 unit. Sedangkan, ekspornya menembus angka 568.460 unit.

Sementara itu, pada Juli-September 2022, penjualan sepeda motor di pasar domestik mencapai 1.365.733 unit atau naik 4,15 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 1.311.319 unit.

Angka tersebut menunjukkan potensi pertumbuhan industri otomotif yang terbilang menjanjikan dan menjadi momentum bagi APM untuk meningkatkan kapasitas produksinya.

Dengan demikian, tercipta pula peluang bagi IKM untuk masuk ke dalam rantai pasok industri otomotif nasional. Pelaku IKM (tier 2 dan 3) dapat masuk ke industri tier 1 untuk menyuplai komponen, aksesoris, atau suku cadang (OEM) ke para APM.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menjelaskan, kegiatan Link and Match dapat membuat pelaku IKM komponen menggali informasi mengenai potensi pasar yang dapat dijajaki di supplier APM. Sedangkan, supplier APM dapat memperoleh informasi tentang potensi IKM dan Ditjen IKMA bisa mendapat masukan terkait kebutuhan pembinaan IKM ke depan.

"Sebanyak 20 tier AHM yang ikut serta pada Link and Match tahun ini turut menampilkan beragam komponen otomotif yang potensial untuk disuplai oleh IKM. IKM diharapkan dapat intensif berkonsultasi dengan tier APM dan industri besar yang menjadi sasaran mitra IKM," tandasnya.