Operasi Darurat China yang Harus Beradu Cepat dengan Penyebaran Virus Corona

JAKARTA - Pemerintah China telah mengisolir Kota Wuhan sampai waktu yang tidak ditentukan. Hal ini menyusul penyebaran virus nCoV atau corona, yang telah menewaskan 80 orang dengan 2.800 lainnya dinyatakan terinfeksi. 

Pesatnya penyebaran wabah tersebut membuat, pemerintah China melakukan operasi darurat militer untuk mengendalikan penyebaran virus corona. Diwartakan CNN, penyebaran virus ini makin sulit untuk dikendalikan lantaran tidak adanya gejala tertentu dari orang yang terinfeksi. 

Artinya orang-orang yang terlihat sehat, sebenarnya bisa saja sudah terinfeksi virus yang diklaim mematikan tersebut. Selain tidak adanya gejala atau symptoms, dokter atau ilmuwan juga belum mengetahui bagaimana virus ini bisa menular ke orang lain.

Pemerintah China sudah melakukan prosedur daruratnya, dengan menutup secara penuh maupun sebagian akses di 15 kota termasuk Wuhan, Qianjiang, dan Tianmen. Setidaknya ada 57 juta warga Wuhan yang kini dikarantina dari akses luar.

Otoritas China juga telah mengirimkan 1.200 bantuan tenaga medis, termasuk di antaranya 135 tenaga medis dari Tentara Pembebasan Rakyat untuk membantu staf rumah sakit di kota tersebut. 

Dalam situasi darurat seperti ini, pemerintah China memperpanjang liburan Tahun Baru Imlek hingga 2 Februari. Kebijakan itu sebagai upaya mencegah orang bepergian dan menyebarkan virus lebih luas. Selain itu, hampir semua festival perayaan Imlek dibatalkan, sementara pihak yang berwajib juga mendesak orang agar tak mengadakan pertemuan keluarga besar. 

Semua operasi darurat tersebut dipimpin langsung oleh Presiden China Xi Jinping. Sementara anggaran yang sudah digelontorkan untuk operasi darurat tersebut mencapai lebih dari 11 miliar yuan atau sekitar 21,5 triliun rupiah. 

Upaya Membuat Vaksin

Sejak pertama kali virus corona teridentifikasi pada Desember tahun lalu, para ilmuwan China dan Internasional telah mempelajarinya secara intensif. Mereka mencoba melacak dari mana asal-usulnya dan membuat vaksin untuk melawannya, namun belum menemukan titik terang. 

Menurut pejabat dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China (CDC) mereka mengatakan telah berhasil mengisolasi virus dalam sampel yang diambil di lingkungan sekitar pasar makanan laut di Wuhan yang diyakini sebagai sumber penyakit. Seperti diwartakan kantor berita pemerintah, Xinhua, 33 dari 585 sampel yang dikumpulkan di pasar Wuhan tersebut mengandung asan nukleat dari virus corona. 

Dari penemuan tersebut, pemerintah China langsung mengambil langkah akan menangguhkan perdagangan hewan liar secara nasional. Segala bentuk perdagangan satwa liar akan dilarang di segala tempat termasuk pasar, supermarket, tempat makan, maupun situs e-commerce. Sementara semua tempat yang kadung memelihara binatang liar akan dikarantina.