Pesawat DART Kini Sebarkan Satelit untuk Dokumentasi Sebelum Tabrakan Diri ke Asteroid

JAKARTA - Pesawat luar angkasa NASA dijuluki Double Asteroid Redirection Test (DART) yang dengan sengaja akan menabrak asteroid, kini semakin mendekati targetnya.

Saat ini, pesawat DART tengah menuju Dimorphos yakni bulan planet kecil dari sistem biner sinkron, dengan Didymos sebagai asteroid utama.

Para astronom menemukan Didymos lebih dari dua dekade lalu. Dalam bahasa Yunani artinya "kembar", mengacu pada bagaimana asteroid membentuk sistem biner dengan asteroid yang lebih kecil, atau bulan. Didymos hampir setengah mil (0,8 kilometer). Sementara itu, Dimorphos berdiameter 525 kaki (160 meter), dan namanya berarti dua bentuk.

Asteroid tersebut sebenarnya tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi, tetapi ia merupakan target yang sempurna untuk menguji dampak yang mungkin diperlukan jika asteroid berada di jalur dan siap menabrak Bumi.

DART akan bertemu dengan batu ruang angkasa itu pada 26 September mendatang setelah diluncurkan 10 bulan lalu. Saat ini, pesawat DART telah mengerahkan satelit kecil yang akan mengambil foto saat tabrakan terjadi.

Satelit yang disebut LICIACube atau Light Italian CubeSat untuk Imaging Asteroids dikeluarkan dari kotak pegas di DART belum lama ini.

“Kami berharap untuk menerima gambar full-frame pertama dan memprosesnya beberapa hari setelah dampak DART. Kami kemudian akan menggunakannya untuk mengonfirmasi dampak dan menambahkan informasi yang relevan tentang semburan yang dihasilkan — nilai berharga yang sebenarnya dari foto kami," ungkap manajer proyek LICIACube untuk Badan Antariksa Italia, Simone Pirrotta.

Melansir Digital Trends, Senin, 19 September, ketika DART menabrak asteroid, LICIACube akan dapat menangkap gambar segera setelahnya menggunakan dua kamera yang ada di dalamnya, yakni LICIACube Unit Key Explorer (LUKE) dan LICIACube Explorer Imaging for Asteroid (LEIA).

Sebagai informasi, pesawat ruang angkasa tersebut baru-baru ini menangkap sekilas Didymos pertama menggunakan instrumen yang disebut Didymos Reconnaissance dan Asteroid Camera untuk navigasi Optik, atau DRACO. Jaraknya sekitar 20 juta mil dari sistem asteroid biner ketika mengambil gambar pada Juli lalu.