Pertemuan Puan-Airlangga Hartarto Dinilai Produktif Jika Hasilkan Kesepakatan Politik

JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani dijadwalkan akan bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto pada Sabtu, 3 September mendatang. Pertemuan itu dinilai produktif jika menghasilkan kesepakatan politik.

Pengamat politik Emrus Sihombing mengatakan pertemuan itu merupakan ajang silaturahim dua negarawan dengan karakter politik yang mengutamakan keberagaman dan persatuan.

"Rencana pertemuan Puan Maharani dan Airlangga Hartarto suatu pertemuan negarawan yang memang sama-sama punya garis politik tentang keberagaman, tentang inklusivitas," ujar Emrus, Kamis, 1 September.

Namun, Emrus menilai pertemuan Puan Maharani dengan Airlangga Hartarto akan semakin produktif jika menghasilkan kesepakatan politik.

"Saya berpendapat bahwa pertemuan itu bisa lebih produktif, apabila memang ada semacam kesepakatan di panggung belakang ketika mereka bertemu," tambahnya.

Kesepakatan itu, kata dia, bisa berupa pencanangan pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), sekaligus kesepakatan untuk berupaya merangkul seluruh kekuatan politik.

"Mudah-mudahan pertemuan mereka ada semacam kesepakatan memasangkan Puan Maharani menjadi calon presiden, dan Airlangga menjadi calon wakil presiden Pilpres 2024, dengan catatan merangkul semua kekuatan politik dalam kerja sama politik," jelas Emrus.

Menurut Emrus, pasangan Puan-Airlangga adalah pasangan ideal. Puan Maharani bisa memainkan sebagai pemimpin dengan karakter keibuan yang mampu merangkul dan menyamankan seluruh kekuatan politik. Sedangkan Airlangga dinilai punya kemampuan sebagai nakhoda bidang ekonomi.

"Hal itu terbukti dengan keberhasilannya dalam penanganan COVID-19 sekaligus menjaga kondisi ekonomi Indonesia," tandasnya.