Sebelum Disidang, Pembunuh Shinzo Abe Dicek Dulu Kondisi Mentalnya
JAKARTA - Pembunuh mantan Perdana Menteri Shinzo Abe, Tetsuya Yamagami akan dicek kondisi mentalnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah Yamagami layak dibawa ke persidangan.
Dikutip dari The Asahi Shimbun, Senin 25 Juli, Pengadilan Distrik Nara sudah memberikan persetujuan kepada Jaksa pada 22 Juli lalu. Jaksa akan melakukan evaluasi kepada Yamagami hingga 29 November.
Yamagami yang berusia 41 tahun, akan dipindahkan ke rumah sakit untuk pemeriksaan.
Dokter akan mengevaluasi riwayat hidupnya dan memeriksa adanya gangguan mental.
Jaksa akan menentukan kebugaran mentalnya berdasarkan hasil pemeriksaan.
Kondisi mental Yamagami pada saat serangan, diperkirakan akan menjadi salah satu poin perselisihan dalam persidangan hakim awam. Jaksa akan menggunakan hasil pemeriksaan untuk menentukan apakah Yamagami kompeten secara mental untuk didakwa.
Baca juga:
- Hancurkan 50 Gudang Amunisi Rusia dengan HIMARS dari AS, Menhan Ukraina: Potong Rantai Logistik dan Hilangkan Kemampuan Tempur Mereka
- Melihat Insiden Penembakan di Rumah Irjen Ferdy Sambo dari Sisi Keluarga Brigadir J
- FSB Sebut Rencana Ukraina Membajak Pesawat Angkatan Udara Rusia Didukung Intelijen Inggris
- Kremlin Sebut Presiden Putin Tidak akan Hadiri Pemakaman Shinzo Abe, Perwakilan Rusia Ditentukan Kemudian
Tomoyuki Mizuno, seorang profesor hukum pidana di Hosei University Law School dan bekas hakim, yakin kalau Yamagami baik secara mental. Apalagi Yamagami dengan teliti bisa merencanakan kejahatan, membangun dan menguji senjata rakitan dan memeriksa jadwal kampanye Abe.
"Serangan itu dilakukan dengan cara yang sangat rasional dan terorganisir dengan obsesi yang kuat," kata Mizuno.