Mentan Syahrul Pasang Target Produksi Padi Capai 55,39 Juta Ton di 2023

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan produksi pangan atau komoditas utama nasional untuk tahun 2023.

Target tersebut meliput 11 komoditas, seperti padi, jagung, cabai, kelapa hingga bawang merah.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pada tahun 2023, target produksi untuk komoditas padi adalah 55,39 juta ton.

Sementara, jagung 23,21 juta ton, kedelai 0,55 juta ton, bawang merah 1,71 juta ton, cabai 2,93 juta ton, dan bawang putih 45,45 ribu ton.

"Kemudian, tebu 37,15 juta ton, kopi 810,95 ribu ton, kakao 782,01 ribu ton, kepala 2,99 juta ton dan daging sapi/kerbau 0,46 juta ton," katanya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR, Kamis 2 Juni.

Syahrul mengatakan, pertumbuhan sektor pertanian ditargetkan sebasar 4 hingga 4,2 persen pada 2023.

"Selain bertumpu pada bagian program atau kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya dan sebagai kelanjutan program atau kegiatan tahun 2022," jelasnya.

Dia menambahkan, pihaknya akan melaksanakan program K3 yakni peningkatan ketersediaan akses dan kualitas konsumsi pangan.

Kemudian terdapat juga enam program prioritas yaitu, nilai tambah lapangan kerja dan investasi sektor riil dan industrial.

Hal ini sejalan dengan langkah mengimplementasikan pangan utama bagi rakyat Indonesia.

Selain itu, juga dalam rangka meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk pertanian berorientasi ekspor.

Karena itu, untuk mewujudkan upaya tersebut Kementerian Pertanian telah merancang kegiatan utama yakni menjaga keberlangsungan peningkatan produksi komoditas pertanian.

Lalu, penyediaan benih dan bibit. Kemudian, mengembangkan diversifikasi pangan lokal, penguatan rantai pasok dan logistik pangan.

Termasuk penguatan dan korporasi petani terhadap pengembangan smart farming dan digitalisasi pertanian.