Rambah Bisnis Olesan Cokelat dan Susu Cokelat, Produsen Sari Roti Milik Konglomerat Anthony Salim Incar Tambahan Pendapatan dan Laba

JAKARTA - PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) secara perlahan mulai keluar dari zona nyamannya di bisnis roti. Kali ini, produsen Sari Roti dan Sari Kue merambah bisnis Olesan Coklat dan Susu Coklat.

Direktur Nippon Indosari Ida Apulia menyampaikan, langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen perseroan untuk meraih pertumbuhan yang berkelanjutan (sustainable growth).

"Bisnis Olesan Coklat dan Susu Coklat bermula dari pengamatan atas produk-produk unggulan Sari Roti, khususnya varian rasa coklat, yang telah sekian lama melekat di hati konsumen serta permintaannya yang terus meningkat. Kemudian Manajemen berinisiatif untuk mengembangkan beberapa produk komplementer didukung analisa bisnis yang komprehensif hingga akhirnya menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik untuk menuntaskan Laporan Studi Kelayakan," kata Ida dalam keterangannya, Kamis 19 Mei.

Dapat disampaikan bahwa selama lebih dari 27 tahun, Perseroan senantiasa tumbuh dan mempertahankan posisi sebagai produsen roti yang terbesar di Indonesia, dengan mengoperasikan 14 pabrik berlokasi strategis didukung sebaran distribusi melalui kanal modern maupun tradisional yang mencakup 34 provinsi.

Manajemen juga telah menyelesaikan kajian keuangan agar memastikan penggunaan modal yang efisien untuk kedua bisnis ini. Bisnis Olesan Coklat nantinya berbagi dengan fasilitas produksi isian coklat yang juga akan dipakai untuk memenuhi kebutuhan internal.

Sementara produksi Susu Coklat akan sepenuhnya dilakukan oleh pihak ketiga sehingga tidak membutuhkan belanja modal yang besar.

“Untuk menjalankan bisnis Olesan Coklat dan Susu Coklat selama tiga tahun kedepan dibutuhkan sekitar 1% dari Ekuitas Perseroan per 31 Desember 2021,” papar Ida.

Namun, dampak positif dari bisnis Olesan Coklat dan Susu Coklat pada kinerja perseroan akan lebih besar. “Proyeksi internal kami memperlihatkan bahwa pada tahun 2024 nanti, kontribusi bisnis Olesan Coklat dan Susu Coklat dapat mencapai sekitar 6 persen terhadap penjualan tahun 2021 dan sekitar 3 persen terhadap laba kotor tahun 2021,” kata Ida menambahkan.

Langkah selanjutnya, Manajemen akan meminta persetujuan Pemegang Saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang rencananya diselenggarakan tanggal 27 Juni mendatang. “Pemenuhan peraturan terkait pelaksanaan Rapat telah kami penuhi, termasuk Keterbukaan Informasi dan Laporan Ringkas Studi Kelayakan oleh KJPP,” pungkas Ida.