Kasus Peluru Nyasar di Jaktim, Polisi Sebut Belum Temukan Titik Terang

JAKARTA - Polda Metro Jaya belum bisa memastikan sumber rekoset peluru yang mengenai pemuda bernama Fadillah Rafi (19) di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur. Sebab, proses pencarian petunjuk dan bukti masih dilakukan.

"Kasus itu betul dan juga masih penyelidikan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E. Zulpan kepada wartawan, Senin, 21 Februari.

Bahkan, kata Zulpan, tim dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya sudah membawa sampel rekoset itu untuk uji balistik. Namun, sampai saat ini belum ada titik terang terkait sumber tembakan atau jenis peluru.

"Belum (hasil uji balistik, red)," kata Zulpan.

Fadillah Rafi (19) disebut terkena tembakan saat berada di wilayah Kramat Jati, Jakarta Timur. Namun, polisi menyatakan jika pemuda itu bukan ditembak melainkan terkena rekoset peluru.

Rekoset merupakan peluru yang memantul setelah ditembakkan. Rekoset terjadi karena ujung pelor tidak menyentuh sasaran secara penuh.

Selain itu, pemuda itu terkena rekoset saat berada di lokasi yang terjadi tawuran. Sehingga, diduga tembakan berasal dari rangkaian aksi tawuran atau proses pembubaran.

Hanya saja, disinggung mengenai sumber tembakan Zulpan menyebut belum bisa memastikan. Saat ini, tim Direktorat Reserse Kriminal Umum sedang menyelidikinya

"Ini kan masih dalam penyelidikan dulu ya. Pelurunya dari mana ya, tetapi itu kita periksa itu," kata Zulpan.

Terlebih, penyelidikan pun dilakukan lantaran korban telah membuat laporan polisi secara resmi.

"Saat ini dari pihak korban sudah membuat laporan polisi ke Polda Metro dan penyidik di Krimum Polda Metro sedang melakukan penyelidikan terkait dengan kasus ini," kata Zulpan.