Disebut Jenderal 'Meong', Prabowo Akui Dirinya Tak Mau Ambil Pusing
TANGERANG - Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Prabowo Subianto menanggapi perihal ujaran kebencian dari Youtuber, Edy Mulyadi yang menyebut dirinya sebagai Macan Meong.
Prabowo mengaku tidak ambil pusing perihal ujaran tersebut. Menurutnya hal itu sudah ada bagian yang mengurusi kasus tersebut.
“Udah ada yang urus,” kata Prabowo kepada wartawan di TMP Taruna, Kota Tangerang, Rabu, 26 Januari
Sebagai informasi, sejumlah pihak menyerukan kepolisian menangkap Edy Mulyadi melalui video yang tersebar di media sosial. Pernyataan Edy Mulyadi dinilai menyudutkan Prabowo.
"Masak Menteri Pertahanan gini saja enggak ngerti sih? Jenderal bintang tiga. Macan yang jadi kayak mengeong. Enggak ngerti begini aja. Halo, Prabowo? Prabowo Subianto, kamu dengar suara saya? Masak itu enggak masuk dalam perhitungan, kamu Menteri Pertahanan?" serunya dalam video tersebut.
Baca juga:
- Kenang Jasa Pahlawan, Menhan Prabowo Tabur Bunga di TMP Taruna Tangerang
- Dokter Reisa Ikut Berduka atas Meninggalnya Dua Pasien Positif Varian Omicron
- Uji Coba Penutupan Pintu Perlintasan KA Sebidang di Bungur Kemayoran: Warga Tanya Dampak, Petugas Belum Bisa Jawab
- 23 Rumah Hangus Terbakar di Tambora, Dua Orang Alami Luka-luka
Tak hanya itu, Edy Mulyadi juga menyebutkan kata-kata yang dianggap sebagai penghinaan untuk warga Kalimantan. Ucapan tersebut ia sampaikan sebagai protes terhadap wacana ibu kota baru di Kalimantan.
"Bisa memahami enggak, ini ada tempat elite punya sendiri, yang harganya mahal, punya gedung sendiri, lalu dijual pindah ke tempat jin buang anak," kata Edy.
Bagi Edy, orang-orang tidak akan mau membangun properti di Kalimantan karena pasar di Kalimantan, kata dia, hanya makhluk halus.
"Pasarnya siapa, kalau pasarnya kuntilanak, genderuwo, ngapain gua bangun di sana," ungkapnya.