Menolak Lupa Peristiwa Kelam Separatis Chechnya Serang Sekolah Rusia, Tewaskan Ratusan Anak-Anak

JAKARTA - Warga Rusia khususnya Beslan mungkin tak akan pernah bisa melupakan peristiwa yang pernah terjadi hari ini, 1 September 16 tahun lalu tepatnya pada 2004. Hari itu menjadi salah satu peristiwa paling berdarah. Pasalnya, sekelompok separatis asal Chechnya menyandera ribuan orang yang ada di salah satu sekolah di Beslan. Akibat peristiwa itu, ratusan orang tewas. Apa sebabnya?

Hari itu adalah hari pertama tahun ajaran baru bagi jutaan siswa Rusia. Hari pertama sekolah biasanya terdapat hari perayaan di sekolah yang dihadiri oleh orang tua dan siswa. Hampir 340 orang, yang mana setengah dari mereka adalah anak-anak, tewas dalam cobaan berat yang berlangsung selama tiga hari berikutnya.

Melansir History, Selasa 1 September, Para separatis menyerbu sekolah pada pukul 09.30 pagi, tepat setelah upacara tahun ajaran baru berakhir. Para separatis menuntut penarikan pasukan Rusia dari wilayah terdekat yang disengketakan di Chechnya.

Mereka awalnya menahan lebih dari 1.000 sandera, meskipun beberapa dibebaskan pada hari itu juga. Para sandera itu lalu dikumpulkan di gedung pusat olahraga sekolah.

Sandera dikelilingi oleh ranjau dan bom agar mereka tidak melarikan diri. Pemberontak menempatkan anak-anak di sepanjang jendela agar otoritas Rusia tidak menyerbu gedung. Mereka juga secara acak menembakkan senjata untuk mengintimidasi para sandera. 

Gedung olahraga tidak mampu menahan banyak orang, mengakibatkan suhu udara di area tersebut semakin naik dan menyebabkan sesak napas. Para sandera lalu hampir telanjang agar tetap dingin. 

Selain itu para penyandera menolak memberi izin orang-orang yang hendak memberi para sandera makanan atau minuman. Beberapa sandera terpaksa minum air kencing mereka sendiri agar tidak dehidrasi di dalam gedung yang panas.

Pada 3 September pagi, para pemberontak mengizinkan pekerja darurat Rusia masuk untuk mengambil jasad orang-orang telah terbunuh dalam serangan awal mereka di sekolah tersebut. Setelah itu, dua bom di pusat olahraga secara tidak sengaja meledak, menyebabkan atap gedung runtuh.

Dalam kekacauan berikutnya, beberapa sandera melarikan diri. Ketika para separatis mulai menembak anak-anak, pasukan khusus Rusia segera menyerbu sekolah tersebut.

Dilumpuhkan

Selama beberapa jam berikutnya, pasukan Rusia berhasil mengambil alih gedung tersebut. Pasukan Rusia hampir berhasil menewaskan seluruh separatis, kecuali satu orang. Petugas penyelamat menemukan ratusan mayat di puing-puing bekas gedung olahraga sekolah yang terbakar. Lebih dari 700 lainnya terluka.

Banyak ibu dari korban yang terbunuh telah lama berpendapat bahwa para otoritas seharusnya berbuat lebih banyak untuk menyelamatkan anak-anak mereka. Selama bertahun-tahun, para ibu mendorong pihak yang terkait untuk dimintai pertanggungjawaban. Sampai sekarang, tidak ada seorang pun di Rusia yang berhasil dituntut untuk bertanggung jawab.

Sekolah tersebut terletak di Beslan, Ossetia Utara, dekat Chechnya di wilayah Kaukasus Utara Rusia yang dilanda perang. Penduduk Ossetia Utara sebagian besar beragama Kristen dan memiliki ikatan yang kuat dengan Rusia. 

Chechnya, di sisi lain, sebagian besar penduduknya adalah Muslim. Separatis Chechnya telah menuntut kebebasan mereka dari Rusia segera setelah runtuhnya Uni Soviet pada 1991. Mereka semakin beralih ke taktik teroris untuk melanjutkan perjuangannya.

Chechnya begitu penting bagi perekonomian Rusia karena beberapa jaringan pipa minyak dan gas yang melewati wilayah Chechnya. Diperkirakan setidaknya 200.000 orang telah tewas dalam konflik Chechnya-Rusia yang sedang berlangsung.