Barito Putera dan Djajang Nurdjaman Resmi Akhiri Kerja Sama

JAKARTA - Manajemen Barito Putera resmi mengakhiri kerja sama dengan Djajang Nurdjaman. Keputusan itu diambil menyusul rentetan buruk yang terus dialami tim hingga akhirnya kini berada di zona merah.

Situasi yang dialami Laskar Antasari itu membuat mereka terancam degradasi dan mesti membuat perubahan demi bisa bertahan di kompetisi Liga 1. Salah satu perubahan yang dilakukan tim ialah merombak kursi kepelatihan, dalam hal ini mendepak Djajang.

Kabar perpisahan Barito dan sang pelatih dikabarkan langsung lewat akun resmi mereka di Instagram. Dalam unggahan itu, pihak klub mengabarkan keputusan berpisah dengan Djajang sudah diambil pada Minggu, 13 Desember lalu.

"Minggu malam, 13 Desember 2021 menjadi akhir kerja sama PS Barito Putera dan Coach Djadjang Nurdjaman,” tulis manajemen di akun Instagram Barito Putera dikutip VOI, Rabu, 15 Desember.

Laskar Antasari tak lupa menyampaikan kata mutiara dan ucapan terima kasih atas kontribusi Djanur di kursi pelatih.

“Tak mudah memang menerjemahkan setiap kejadian menjadi sebuah kebaikan. Semoga kita semua bisa mengambil hikmah atas semua perjalanan selama ini," sambung pernyataan itu.

"Terima kasih Coach Djanur (sapaan Djadjang) atas cinta dan dedikasinya selama kurang lebih dua tahun perjalanan," tandas Barito Putera.

Sementara itu, dalam unggahan yang sama, Djajang juga menyampaikan permintaan maaf kepada manajemen dan fans, karena tidak berhasil membuat Barito Putera mendulang hasil bagus di putaran pertama. Djanur berharap Barito Putera mendapat posisi lebih baik ketika musim berakhir.

“Kepada para pemain, semuanya, saya mohon pamit. Terhitung hari ini saya sudah mengakhiri kerja sama dengan Barito Putera,” kata Djanur melalui akun Instagram resmi klub.

Kendati sudah didepak, Djanur tetap memberi semangat kepada para anak asuhnya dan berharap mereka bisa terus berkompetisi di Liga 1.

“Kepada para pemain semua, saya mohon maaf, saya tidak bisa membawa kalian berprestasi. Sekali lagi saya mohon maaf bila ada kesalahan baik kata maupun perbuatan selama kita bersama-sama. Saya berdoa semoga kalian semua dapat lebih baik lagi.” tutup Djanur.