Peran Dua Terduga Teroris Luwu Timur, Sediakan Tempat Pertemuan dan Penyimpanan Senjata

JAKARTA - Polri memaparkan peran dua terduga teroris berinisial M dan MM yang ditangkap di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Keduanya adalah anggota Tholiyah, bagian dari jaringan terorisme Jamaah Islamiyah (JI).

"(Terduga teroris MM) Ini sama dengan tersangka yang pertama (terduga teroris M) tadi termasuk juga dengan kelompok JI dan yang bersangkutan juga menjadi anggota Tholiyah wilayah Sulawesi Selatan," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono kepada wartawan, Rabu, 1 Desember.

Sebagai anggota Tholiyah mereka bertugas menyiapkan tempat pertemuan atau penginapan bagi tamu dari kelompok tersebut. Kemudian, mereka juga menyimpan senjata-senjata milik kelompoknya.

"Sebagai anggota Tholiyah yang bersangkutan juga bertugas menyimpan dan mengamankan senjata milik kelompok JI di wilayah Sulawesi," kata Rusdi.

Di sisi lain, Rusdi merinci keterlibatan masing-masing terduga teroris. Untuk M tercatat sempat menjalani tadabdur alam di Pulau Bulo Uloe, Teluk Bone, menggunakan senjata api jenis M16, pada 2003 dan 2006.

Kemudian, terduga teroris M juga sempat menerima dua senjata api (senpi) pada 2010. Senpi itupun diberikan kepada terduga teroris bernama Heri untuk digunakan pelatihan di Kolaka, Sulawesi Tenggara pada 2011-2012.

"Pada 2010 menerima paket senjata berupa satu pucuk senjata FNC dan senjata baby M 16 dari Reza ini sudah ditangkap di Poso dan juga dari Fitri ini juga telah ditangkap di Poso," kata Rusdi.

"Menerima paket amunisi kaliber 5,56 mm dari Toha ini juga sudah ditangkap di Poso dan diserahkan kepada Siyono untuk digunakan kegiatan padrib di Kolaka," sambungnya.

Sementara untuk terduga teroris berinisial MM juga tercatat sempat melakukan uji coba senpi M 16 bersama dengan Bahar alias Slamet pada 2003. Uji coba dilakukan saat melakukan pelatihan di Teluk Bone.

Selanjutnya, terduga teroris M juga sempat survey di Gunung Mulupulu dan Gunung Patah. Tujuannya untuk dijadikan tempat pelatihan anggota JI pada 2004.

"Menerima 1 pucuk senjata jenis UZI buatan Upik Lawanga yang telah ditangkap di Lampung dari Baharudin alias Slamet," kata Rusdi

Terakhir, terduga teroris MM juga sempat membuat tempat penyimpanan senjata api. Di mana, dia mengaburkan tempat penyimpanan di salah satu gorong-gorong di kawasan Luwu Timur, pada 2006.

"Membuat tempat penyimpanan senjata dari gorong-gorong di bawah kebun miliknya di daerah Pasi-Pasi, Kabupaten Luwu Timur," tandasnya.