Komisi V DPR Soroti Angkutan Logistik di Pantura yang Kelebihan Beban
JAKARTA - Komisi V DPR RI menyoroti kondisi jalur pantura yang kerap dilalui kendaraan pengangkut logistik. Di mana, kendaraan-kendaran yang melintas itu menyebabkan kelebihan beban jalan.
Kondisi jalur pantura itu menjadi sorotan ketika Komisi V DPR RI menggelar kunjungan kerja terkait infrastruktur dan transportasi di Rembang.
"Poros Pantura merupakan jalan yang banyak dilalui angkutan logistik dengan berat muatannya rata-rata melebihi 10 ton keatas, sehingga terjadi overload atau kelebihan beban jalan," ujar anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady dalam keterangannya, Sabtu, 20 November.
Jalur pantura menjadi salah satu pilihan bagi kendaraan pengangkut barang selain melalui ruas tol. Alasannya, dengan melalui jalur pantura dapat menekan biaya perjalanan.
"Pengemudi merasa lebih memilih poros pantura dibanding lewat jalan alternatif jalan tol, dengan demikian poros pantura ini menjadi jalan utama bagi angkutan logistik," katanya.
Karena itu, Hamka menyebut perlu ada penambahan atau perbaikan terhadap jalur pantura. Misalnya, penyangga dibahu jalan tersebut agar tidak bergeser akibat beban jalan.
Baca juga:
- Pendeta dan Romo Tanya Ganjar Soal Kebijakan PPKM Level 3 Hadapi Natal dan Tahun Baru
- PPKM Level 3 se-Indonesia saat Libur Natal-Tahun Baru, NasDem: Kebijakan Sama Rata Sama Rasa
- Antisipasi Lonjakan COVID di Libur Natal dan Tahun Baru, Ridwan Kamil Dukung Penerapan PPKM Level 3
- PPKM Level 3 Natal-Tahun Baru, PHRI DIY Khawatir Pembatalan Reservasi Liburan Akhir Tahun
Kemudian penerapan law enforce terhadap pelanggar yang memuat barang yang overload.
"Oleh karena itu solusinya adalah jalan poros Pantura harus dibangun dengan menggunakan material beton," singkat Hamka.
Jalur pantura merupakan jalan sepanjang 1.161,47 kilometer yang menghubungkan beberapa kota. Mulai dari kota Banten hingga Banyuwangi.