Pengamat Puji Sikap Kritis Puan Maharani, Meski dari Partai Koalisi Tapi Desak Audit Pertamina

JAKARTA - Ketua DPR Puan Maharani meminta PT Pertamina (Persero) segera melakukan audit sistem pengamanan di kilang-kilang minyak miliknya. Sikat itu diapresiasi karena kebakaran kilang minyak Pertamina telah menimbulkan kegelisahan publik.

"Puan meminta pertanggungjawaban kepada Pertamina sebagai representasi rakyat. Apalagi dia orang nomor satu yang mewakili rakyat. Dan itu merupakan bentuk kepedulian kepada rakyat,” kata Pengamat Politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing kepada wartawan, Selasa 16 November.

Emrus menilai, Puan menunjukkan independensinya sebagai wakil rakyat sekalipun ia berasal dari partai pendukung pemerintah. Puan juga dinilai telah melakukan kerja-kerja profesional.

“Dan ini perlu diapresiasi karena Puan tetap bersikap kritis walaupun datang dari partai pendukung pemerintah. Karena di mata Puan Maharani, kepentingan rakyat adalah kepentingan utama. Termasuk memberikan masukan dan kritik ke Pertamina,” ucap Emrus.

Kepada Pertamina, Puan meminta agar ada audit manajemen keamanan karena kebakaran kilang minyak telah terjadi berulang kali. Senada dengan Puan, Fraksi PDIP meminta agar kebakaran kilang minyak Pertamina di Cilacap, Jawa Tengah, diusut tuntas.

PDIP dan Puan mengingatkan perlunya investigasi menyeluruh untuk mengakhiri spekulasi penyebab kebakaran kilang minyak Pertamina yang sudah terjadi tiga kali dalam kurun waktu tahun 2021. Emrus mengatakan, Puan bersama PDIP tengah menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah.

“Pemerintah kan bukan hanya Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma’ruf Amin tapi ada pembantunya, para menteri. Ini juga harus dikontrol oleh masyarakat, termasuk dari DPR. Karena DPR memiliki fungsi kontrol sebagai legislatif,” sebutnya.

“Jadi Puan Maharani melakukan fungsi pengawasan. Apalagi ini terkait dengan keselamatan pegawai Pertamina dan masyarakat yang tinggal di sekitar kilang minyak,” tambah Emrus.

Direktur Eksekutif Emrus Corner ini mengatakan, langkah Puan memberi peringatan kepada Pertamina sudah tepat. Menurut Emrus, masukan dari Puan juga harus didengar oleh Pemerintah dan Pertamina sebagai mitra DPR.

“Pemegang saham dari Pertamina itu adalah pemerintah, yang uangnya dari rakyat. Puan menunjukkan keberpihakannya kepada rakyat. Karena Pertamina ini kan milik rakyat,” ujarnya.

Emrus juga menilai spekulasi yang berkembang terkait penyebab kebakaran kilang minyak Pertamina memang perlu mendapat atensi dari DPR. Hal tersebut lantaran DPR merupakan lembaga perwakilan rakyat.

“Keberhasilan Pertamina adalah keuntungan dan keberhasilan untuk rakyat, tapi kegagalan Pertamina merupakan kerugian untuk rakyat, misalnya kebakaran kilang minyak ini. Jadi sudah tepat apa yang disampaikan Puan dan Fraksi PDIP,” tutup Emrus.