Bagikan:

YOGYAKARTA - Mengapa food court di lantai atas mall? Pertanyaan ini sering muncul di benak kita saat lapar menyerang. Jawabannya melibatkan trik cerdik yang dirancang untuk mengubah kebiasaan belanja Anda.

Anda mungkin mengira ini hanya masalah ruang atau pemandangan. Namun, sebenarnya ada strategi psikologis dan ekonomi yang jauh lebih dalam di balik penempatan area makan ini.

Sebenarnya ada strategi psikologis dan ekonomi yang jauh lebih dalam di balik penempatan area makan ini. Ini bukan kebetulan, melainkan taktik cerdas yang disebut sebagai Anchor Tenant Strategy.

Ray Camillo, Founder dan CEO, Blue Orbit Restaurant Consulting, disadur VOI melalui laman resminya membeberkan rahasia penataan tenant di mall yang belum diketahui sebelumnya.

Mengapa Foodcourt Selalu Dibuat di Lantai Atas Mall?

Food court adalah salah satu destinasi utama (anchor tenant) yang harus dikunjungi setiap pembeli. Pengembang mall memanfaatkannya sebagai alat untuk mengatur arus lalu lintas pengunjung (traffic flow) secara paksa.

Saat lapar, kita rela berjalan jauh ke atas bukan? Nah, inilah intinya! Anda harus melewati semua lantai dan toko lainnya, baik saat naik menuju makanan, maupun saat turun setelah makan.

Tujuannya jelas, yaitu memaksakan eksposur mata (eye-level exposure) terhadap sebanyak mungkin toko ritel di seluruh gedung.

Peran Fungsional Foodcourt sebagai Tempat Isi Ulang Energi

Penempatan food court di lantai atas sangat erat kaitannya dengan peran dan sifat fungsionalnya. Berbeda dengan konsep modern food hall yang merupakan lifestyle hub dan destinasi unik, food court mall adalah murni "feeding pit stop" yang tidak menginspirasi dan dirancang untuk melayani satu tujuan yaitu mendukung kegiatan belanja.

Menurut para ahli ritel, lokasi utama di lantai dasar (Ground Floor) diperuntukkan bagi penyewa yang menghasilkan margin sewa tertinggi (seperti toko luxury atau specialty store).

Sementara itu, food court yang umumnya diisi oleh makanan yang sudah memiliki standar tertentu memiliki margin sewa yang lebih rendah. Oleh karena itu, area komunal ini idealnya ditempatkan di lantai atas untuk mengoptimalkan lahan dengan nilai sewa tinggi.

Intinya, makanan pada food court ditujukan untuk menahan pembeli agar tidak meninggalkan mall saat lapar. Mereka tidak dirancang untuk menjadi tujuan perjalanan itu sendiri, melainkan sebagai tempat istirahat cepat agar pembeli dapat segera kembali berbelanja.

Baca juga artikel yang membahas Pahami Beda Self Esteem dan Self Confidence Sebelum Bicara Tentang Percaya Diri!

Memahami Trik Psikologi dan Logistik

Setelah berjuang naik, secara psikologis pengunjung akan cenderung menerapkan prinsip reciprocity (timbal balik). Kita merasa harus membeli sesuatu (makanan atau minuman) sebagai hadiah untuk usaha yang telah dikeluarkan. Nah, strategi ini berhasil membuat Anda merasa berhutang pada diri sendiri.

Selain strategi psikologis, terdapat manfaat logistik yang juga mendukung penempatan ini, di antaranya:

  • Sirkulasi Udara

Menempatkan dapur dan area food court di lantai paling atas memudahkan manajemen asap, bau, dan sistem ventilasi agar tidak menyebar ke area belanja di lantai bawah, serta menjaga suasana berbelanja tetap nyaman.

  • Keterbatasan Estetika

Karena food court cenderung dirancang secara fungsional (bukan menonjolkan estetika historis seperti food hall), penempatannya di lantai atas tidak mengurangi daya tarik visual keseluruhan mall.

Keputusan mengapa food court di lantai atas mall bukanlah hal yang sepele, melainkan hasil perhitungan arsitektur dan strategi pemasaran yang matang. Food court adalah alat yang efektif untuk memaksakan traffic flow demi keuntungan penyewa lain.

Dengan konsepnya yang berisi rantai makanan cepat saji nasional, food court dapat berfungsi sempurna sebagai pelengkap fungsional yang ditujukan untuk menahan pembeli agar tetap berada di dalam mall.

Dengan demikian, keputusan mengapa food court di lantai atas mall adalah strategi cerdas untuk memaksakan traffic flow dan mendukung belanja. Jadi, jika Anda menaiki eskalator menuju makanan, ingatlah bahwa Anda sedang berpartisipasi dalam salah satu trik ritel tertua di dunia!