JAKARTA - Sedikitnya 30 orang tewas, termasuk 25 di Haiti, akibat Badai Melissa yang melanda sejumlah negara di kawasan Karibia, menurut laporan CNN, Rabu, 29 Oktober. 

Badai kuat itu menyebabkan Sungai La Digue di Haiti selatan meluap, memicu banjir besar yang menewaskan puluhan warga dan merusak permukiman di sekitarnya.

Wali Kota Petit-Goave, Jean Bertrand Subreme, mengatakan banjir tersebut menghancurkan puluhan rumah dan menyebabkan banyak warga masih terjebak di bawah puing-puing.

“Kami membutuhkan bantuan segera untuk operasi penyelamatan. Banyak warga belum bisa dievakuasi,” ujarnya.

Sementara itu, Jamaika yang juga dilanda Badai Melissa telah mengevakuasi sekitar 25.000 orang ke tempat penampungan.

Meski demikian, pejabat setempat belum dapat memastikan adanya korban jiwa akibat badai.

“Tiga orang memang dilaporkan meninggal saat bersiap menghadapi badai, tetapi sejauh ini kami belum menerima laporan resmi adanya korban jiwa setelah badai menghantam,” kata Menteri Pemerintah Daerah dan Pembangunan Masyarakat Jamaika, Desmond McKenzie, dalam konferensi pers.

Menurut laporan, pusat badai melintas di wilayah pedesaan Jamaika bagian barat, sementara ibu kota Kingston relatif aman dari dampak terparah.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)