Bagikan:

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan akan menaikkan tarif layanan Transjakarta. Namun, Pramono belum mengungkap waktu pasti kenaikan tarif transportas umum yang dikelola BUMD DKI tersebut.

"Mengenai tarif Transjakarta, nanti saatnya pada saat yang tepat kami akan umumkan mengenai hal itu," kata Pramono ditemui di M Bloc Space, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 27 Oktober.

Pramono menerangkan Pemprov DKI telah memberikan layanan gratis transportasi umum, termasuk Transjakarta kepada 15 golongan masyarakat, mulai dari PNS Pemprov DKI Jakarta, pensiunan PNS, tenaga kontrak Pemprov DKI Jakarta, siswa penerima KJP Plus, penghuni rusunawa, Tim Penggerak PKK, dan karyawan bergaji setara UMP.

Kemudian, penduduk ber-KTP Kepulauan Seribu, penerima raskin domisili Jabodetabek, anggota TNI/Polri, veteran Republik Indonesia, penyandang disabilitas, lansia di atas 60 tahun, pengurus masjid/musala, pendidik PAUD, serta golongan jumantik, pengurus karang taruna, dasawisma, dan kader posyandu.

Belum lagi, saat ini Pemprov DKI telah melayani sejumlah rute Transjabodetabek sehingga beban subsidi transportasi yang ditanggung APBD kian membengkak.

"Tentunya kan enggak bisa Pemerintah Jakarta menyangga semua penduduk yang ada di Jakarta dan Jabodetabek. Kami sudah menghitung untuk Transjakarta, terutama juga untuk Transjabodetabek supaya harga antara Jakarta dan daerah penyangga tidak berbeda," ujar Pramono.

Sementara, nilai keekonomian layanan Transjakarta per pelanggan sebesar Rp15.000. Selama ini, Pemprov DKI menganggarkan subsidi tiket sebesar Rp11.500 dan setiap penumpang hanya membayar tarif Transjakarta Rp3.500 sekali jalan. Berdasarkan kondisi saat ini, Pramono menilai sudah saatnya nilai subsidi tiket Transjakarta tiap dikurangi dan tarif menjadi naik.

"Tarif untuk Transjakarta dibandingkan daerah di mana pun lebih murah, termasuk di Bogor, Bekasi, Tangerang, kita lebih murah. Bahkan, kalau dari Bogor pagi hari ke Jakarta, di bawah jam 05.00, jam 06.00 pagi itu cuma Rp2.000 dan itu naik Transjakarta dengan fasilitas yang baik sekali," jelas Pramono.

"Tetapi, fasilitasnya sekarang kita perbaiki. Bahkan, tahun ini untuk bus listrik Jakarta yang sebelumnya hanya beroperasi 200, sekarang akan beroperasi sampai dengan 500 bus listrik sehingga ini secara signifikan akan mengurangi polusi," lanjutnya.