CEO Instagram Punya Cara Baru untuk Berantas Rasisme dan Pelecehan Seksual
Instagram akan memiliki alat untuk menekan ujaran kebencian dan rasisme. (foto: unsplash)

Bagikan:

JAKARTA - Instagram akan segera meluncurkan fitur baru. Hal itu diungkap CEO Instagram Adam Mosseri dalam video berdurasi 3 menit 16 detik yang diunggah di IGTV akun resmi Instagram miliknya.

Mosseri menyebutkan Instagram akan memiliki alat untuk menekan ujaran kebencian dan rasisme, termasuk fitur Limits yang paling baru. Belakangan ini ujaran kebencian, termasuk rasisme telah menjadi sarang di media sosial, dan itu harus diberantas.

Dikutip dari Engadget, Jumat 23 Juli, sebagai contoh kasus, Mosseri merujuk pada final Euro 2020 baru-baru ini. Saat itu tiga pemain kulit hitam di tim Nasional Inggris menghadapi banjir pelecehan setelah Inggris kalah dari Italia saat pertandingan dilanjutkan ke adu penalti.

"Rasisme dan ujaran kebencian tidak memiliki tempat di Instagram. Jujur tidak hanya kacau melihat orang diperlakukan seperti itu, tetapi juga merusak cara kerja Instagram," ucap Mosseri.

“Kami mendapatkan jutaan laporan setiap hari. Jadi jika 1 persen dari mereka salah, maka terdapat puluhan ribu hal bermasalah yang dapat dikatakan di Instagram. Itulah sebabnya sangat penting kita membangun alat untuk memungkinkan orang melindungi diri mereka sendiri,” imbuhnya.

Limits menawarkan pengguna opsi untuk mengunci akun dari ujaran kebencian, rasisme, target pelecehan atau komentar pedas yang tidak diinginkan. Fitur ini merupakan integrasi dari alat kontrol lainnya yang sudah dimiliki Instagram yakni Block, Restricted, dan Hidden Words.

Meski demikian, Mosseri mengungkapkan fitur itu saat ini masih dalam tahap pengembangan dan belum tersedia secara luas untuk semua pengguna. Dikatakan Mosseri, gagasan di balik Limits adalah pengguna sering kali dibanjiri komentar pedas sehingga sulit untuk menghapus semuanya dalam waktu singkat.

“Apa pun itu, kami tahu bahwa orang terkadang berada dalam momen sementara yang penuh risiko dan kesakitan, dan kami ingin memberi mereka alat untuk melindungi diri mereka sendiri dalam situasi tersebut,” ucap Mosseri.