Bagikan:

JAKARTA - Tencent Holdings sedang menyiapkan fitur baru agar asisten AI di ponsel bisa langsung melakukan panggilan suara, panggilan video, atau mengirim pesan melalui WeChat. Ini bukan sekadar fitur praktis. Ini soal siapa yang akan menjadi pintu utama pengguna di ponsel.

Disadur dari laporan Yicai Global, Minggu, 7 Juni, WeChat yang memiliki 1,4 miliar pengguna bekerja sama dengan sejumlah produsen ponsel China. Di antaranya Huawei, Xiaomi, Honor, Oppo, dan Vivo.

Kerja sama itu memakai kemampuan agent-to-agent atau A2A. Sederhananya, asisten AI di ponsel dapat “menyuruh” WeChat menjalankan fungsi tertentu.

Perwakilan layanan pelanggan Tencent mengatakan sebagian produsen sudah menyelesaikan integrasi tersebut.

“Asisten A2A WeChat terutama mendukung panggilan suara dan video dengan teman tertentu serta pengiriman pesan WeChat kepada teman tertentu,” katanya.

Menurut dia, fitur itu akan ditingkatkan secara bertahap, tergantung kesiapan masing-masing mitra. Tampilan asisten bisa berbeda di tiap merek ponsel, tetapi fungsi intinya tetap sama.

Langkah Tencent ini muncul saat raksasa internet berebut posisi sebagai pintu masuk utama di ponsel. Dulu orang membuka aplikasi. Kini, perusahaan teknologi ingin pengguna cukup bicara atau mengetik perintah kepada asisten AI.

ByteDance, pemilik TikTok, juga bergerak ke arah yang sama. Perusahaan itu mengintegrasikan agen AI Doubao dengan perangkat keras. Pada Desember lalu, ByteDance dan ZTE meluncurkan Nubia M153, prototipe ponsel yang sudah dibekali Doubao.

Alibaba tidak tinggal diam. Perusahaan itu bekerja sama dengan produsen perangkat untuk menghadirkan kemampuan AI. Ponsel dari Oppo, Vivo, dan Honor telah dibekali agen Qwen milik Alibaba.

Menurut laporan Yicai Global, seorang manajer bisnis AI di salah satu produsen ponsel mengatakan hal penting di masa depan bukan hanya seberapa pintar satu agen AI. Yang lebih menentukan adalah bagaimana seluruh ekosistem dibangun ulang di sekitar agen AI.

“Aplikasi bergerak ke arah agen,” katanya. “Itu bukan keputusan satu perusahaan. Itu tren seluruh industri.”

Integrasi ini menempatkan WeChat dalam persaingan baru dengan para pembuat sistem AI ponsel, ketika akses pengguna mulai bergeser dari aplikasi ke asisten AI.