Bagikan:

JAKARTA – Tencent mengumumkan pada Minggu  16 Februari bahwa aplikasi perpesanan Weixin, yang merupakan aplikasi pesan terbesar di China, sedang mengizinkan sebagian penggunanya untuk melakukan pencarian menggunakan model kecerdasan buatan (AI) dari DeepSeek. Langkah ini dilakukan seiring dengan persaingan ketat di antara perusahaan teknologi untuk mengintegrasikan platform AI terdepan.

Dalam pengujian beta, Weixin sedang menguji akses ke DeepSeek untuk fitur pencarian, kata Tencent dalam pernyataan email kepada media. Langkah ini cukup mencolok karena integrasi DeepSeek membawa platform AI eksternal ke dalam ekosistem Tencent, sementara perusahaan-perusahaan teknologi berlomba-lomba mengembangkan AI paling canggih.

Seorang juru bicara Tencent menyatakan bahwa Weixin menggunakan model bahasa besar (large language model) proprietary milik Tencent, yaitu Hunyuan, untuk memperkaya kemampuan pencarian AI-nya. Selain itu, Tencent juga sedang mengeksplorasi integrasi DeepSeek dengan berbagai produk lainnya, termasuk Tencent Cloud AI Code Assistant dan Tencent Yuanbao, aplikasi asisten AI lainnya, menurut sumber yang mengetahui hal tersebut.

Pengujian DeepSeek saat ini dilakukan di Weixin, yang melayani pengguna domestik di China, bukan di WeChat, aplikasi saudaranya yang ditujukan untuk pengguna luar negeri. Kedua aplikasi ini memiliki total 1,38 miliar pengguna pada akhir September 2024.

DeepSeek mencuri perhatian dunia AI bulan lalu dengan meluncurkan asisten AI gratis yang diklaim menggunakan lebih sedikit data dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan layanan sejenis yang sudah ada. Dalam waktu singkat, DeepSeek berhasil melampaui rival AS, ChatGPT, dalam jumlah unduhan dari Apple App Store.

Di antara perusahaan-perusahaan China yang berusaha memanfaatkan potensi terobosan DeepSeek, produsen mobil Great Wall Motor dan penyedia layanan telekomunikasi terkemuka telah mulai mengintegrasikan model AI dari DeepSeek ke dalam produk dan layanan mereka.