Bagikan:

JAKARTA ⎻ B. Braun Indonesia, perusahaan teknologi medis yang berpusat di Jerman, resmi meluncurkan Introcan Safety 3. Kateter intravena generasi IV ini terintegrasi dengan teknologi blood control septum atau katup khusus untuk menekan risiko paparan darah.

Merujuk pada tinjauan sistematis klinis, risiko paparan darah pada tahap pemasangan infus di rumah sakit bisa sepuluh kali lebih tinggi dibandingkan dengan risiko cedera akibat tertusuk jarum. Oleh karena itu, B. Braun menghadirkan teknologi kontrol darah baru yang mendukung pendekatan zero visible blood contact.

Kateter pada teknologi tersebut mendukung pendekatan nihil kontak darah yang kasat mata selama prosedur rutin dilakukan. Inovasi arsitektur perangkat medis ini diharapkan dapat melindungi perawat dan dokter selama bekerja, baik secara nasional maupun internasional.

Sistem pelindung pada kateter ini dirancang bekerja secara pasif dan akan otomatis aktif saat jarum ditarik keluar dari pembuluh darah. Mekanisme otomatis tersebut membantu meminimalkan kelalaian manusia tanpa memerlukan langkah atau aktivasi tambahan dari perawat.

Presiden Direktur B. Braun Indonesia, Rainer Ruppel, menyatakan bahwa pasar Indonesia saat ini sangat membutuhkan solusi kesehatan yang berkualitas tinggi dan andal. Kehadiran teknologi ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam melindungi para pekerja medis selama bertugas.

“Kehadiran Introcan Safety 3 mencerminkan komitmen kami dalam menghadirkan inovasi keselamatan global ke Indonesia yang membantu melindungi tenaga kesehatan,” ujar Ruppel dalam sebuah keterangan, dikutip pada Senin, 25 Mei.

Penerapan teknologi kateter modern ini diharapkan dapat mendorong efisiensi alur kerja di berbagai instalasi gawat darurat (IGD) dan ruang rawat inap. Pembaruan komponen internal pada alat medis ini diyakini dapat menahan laju penyebaran patogen berbahaya yang mudah menular melalui cairan.