JAKARTA - China mengumumkan terobosan baru di sektor tenaga surya terkonsentrasi atau concentrated solar power (CSP), yaitu pembangkit surya yang memusatkan panas matahari untuk menghasilkan listrik. Menurut laporan China Daily yang dikutip Selasa, 21 April, China berhasil memverifikasi sistem kolektor palung garam cair terbesar di dunia, langkah yang disebut penting untuk mendorong proyek CSP dalam skala besar.
Pengembang proyek, China General Nuclear Power Corp (CGN), menyatakan validasi itu dilakukan pada peralatan dan proses kolektor palung garam cair dengan bukaan 8,6 meter. Ukuran ini disebut sebagai yang terlebar di dunia. Pengujian dilakukan di fasilitas uji CGN di Delingha, Provinsi Qinghai, China barat laut.
CGN menilai hasil ini menunjukkan China telah menguasai teknologi inti kolektor palung garam cair. Dalam proyek CSP, teknologi ini penting karena panas matahari yang terkumpul bisa disimpan lebih lama, lalu dipakai saat kebutuhan listrik naik atau ketika sinar matahari berkurang.
Berbeda dari panel surya biasa yang langsung mengubah cahaya menjadi listrik, CSP bekerja dengan memantulkan dan memusatkan panas matahari ke satu sistem penampung. Dalam proyek ini, panas itu disimpan memakai garam cair. Karena itu, teknologi ini dinilai punya dua fungsi sekaligus yakni membantu pasokan listrik saat beban puncak dan menjadi penyimpanan energi berdurasi panjang.
BACA JUGA:
Pemerintah China menargetkan kapasitas terpasang CSP mencapai sekitar 15 juta kilowatt pada 2030. Target itu tercantum dalam pedoman yang dirilis Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional serta Administrasi Energi Nasional pada akhir 2025.
Kepala pakar teknologi CSP di CGN, Yin Hang, mengatakan platform percontohan itu terdiri atas sistem kolektor palung, sistem penyimpanan panas, dan sistem pembangkit uap. Menurut dia, dari sisi ukuran bukaan, fasilitas ini saat ini menjadi sistem pengujian kolektor palung garam cair standar terbesar di dunia.
CGN bukan pemain baru di sektor ini. Sejak masuk ke bidang CSP pada 2011, perusahaan itu telah membangun pembangkit demonstrasi CSP komersial skala besar pertama di China, sekaligus proyek CSP menara tunggal terbesar di negara tersebut.
Perusahaan menyatakan akan terus melanjutkan penyempurnaan teknologi dan riset untuk mempercepat penggunaan peralatan palung garam cair berukuran besar. Perkembangan ini menunjukkan China tidak hanya mengembangkan panel surya, tetapi juga teknologi surya termal yang bisa menyimpan panas untuk digunakan saat pasokan listrik dibutuhkan.