JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memanfaatkan PUMMA dalam memperkuat sistem peringatan dini tsunami. Teknologi ini turut digunakan saat gempa bumi magnitudo 7,6 di Maluku Utara.
PUMMA, kependekan dari Perangkat Ukur Murah untuk Muka Air Laut, merupakan teknologi yang bekerja dengan cara mencatat dinamika air laut secara real-time. Alat ini mampu mendeteksi ancaman tsunami tanpa bergantung pada pemodelan gempa bumi yang memakan waktu.
BACA JUGA:
“PUMMA ini langsung mencatat tsunaminya, jadi tanpa pemodelan, dia secara real-time langsung mencatat tsunami,” kata Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Semeidi Husrin, dikutip dari situs resmi BRIN pada Selasa, 7 April.
Kondisi geografis Indonesia Timur yang memiliki banyak pulau kecil dinilai sangat ideal sebagai lokasi pemasangan alat ini. Pulau-pulau tersebut berfungsi sebagai titik pantau alami untuk mendeteksi gelombang sebelum mencapai pesisir yang padat penduduk.
Untuk gempa bumi di Maluku Utara, PUMMA direncanakan akan dipasang di Pulau Maju dan Pulau Batang Dua yang posisinya sangat dekat dengan pusat gempa. Penempatan sensor ini diharapkan dapat mempercepat penyebaran informasi peringatan kepada masyarakat.
Semeidi mengungkapkan bahwa PUMMA sudah terpasang selama enam tahun di Selat Sunda untuk memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau. Saat ini, PUMMA menjadi satu-satunya sistem pemantauan tsunami yang disebabkan oleh aktivitas vulkanik di wilayah Indonesia.
Semeidi juga mengingatkan bahwa ancaman tsunami tidak hanya berasal dari gempa bumi, tetapi juga longsor bawah laut dan letusan gunung api. Sensor muka air laut yang dipasang dengan tepat dapat mendeteksi tsunami non-gempa yang sering kali tidak terdeteksi sensor seismik.
Tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah waktu evakuasi atau golden time yang sangat singkat, yakni kurang dari 30 menit. Karakteristik tsunami jarak dekat di Indonesia menuntut sistem peringatan dini yang lebih cepat hingga ke pemukiman warga.
Sistem multisensor PUMMA masih dikembangkan hingga saat ini melalui kolaborasi dengan berbagai mitra nasional dan internasional. Hal ini dilakukan untuk memastikan hasil deteksi PUMMA tetap akurat.