Bagikan:

JAKARTA – OpenAI telah menyelesaikan putaran pendanaan sebesar 122 miliar dolar AS (Rp2.069 triliun) dari para investor global. Putaran pendanaan yang memecahkan rekor ini mendorong valuasi OpenAI.

Nilai perusahaan yang mengembangkan ChatGPT tersebut kini menyentuh angka yang cukup fantastis, yakni sebesar 852 miliar dolar AS (Rp14.455 triliun). Besarnya pendanaan ini datang dari tiga perusahaan besar, di antaranya Amazon, Nvidia, dan SoftBank Group.

Amazon menginvestasikan dana sebesar Rp848 triliun, sementara Nvidia dan SoftBank masing-masing menyumbangkan Rp509 triliun. Pendanaan ini akan dialokasikan untuk pengadaan chip, pembangunan pusat data, dan perekrutan talenta di bidang Kecerdasan Buatan (AI).

Menariknya, OpenAI tak hanya mendapatkan pendanaan dari perusahaan besar. Mereka berhasil mengumpulkan lebih dari Rp50 triliun dari investor individu melalui jalur perbankan untuk pertama kalinya. Saham OpenAI diketahui akan dimasukkan ke dalam beberapa dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) milik Ark Invest.

Kepala Keuangan OpenAI, Sarah Friar, melansir dari Straits Times, menyatakan bahwa kesepakatan ini memberikan fleksibilitas tinggi di tengah ketidakpastian pasar global. Nilai pendanaan ini diklaim jauh melampaui rekor penawaran umum perdana (IPO) terbesar yang pernah ada di dunia.

Meski belum mengantongi keuntungan besar, pendapatan bulanan OpenAI kini mencapai 2 miliar dolar AS (Rp33,9 triliun). Sektor pelanggan bisnis kini menyumbang 40 persen dari total pendapatan dan diprediksi akan terus meningkat hingga akhir tahun.

Untuk menambah pemasukan, OpenAI juga mulai memperkenalkan program iklan di ChatGPT yang menghasilkan Rp1,6 triliun dalam enam minggu. OpenAI juga mulai menyederhanakan produknya dengan mengembangkan aplikasi desktop yang disebut 'accesspot'.