JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital resmi membentuk sembilan posko bersama pemantuan kualitas layanan komunikasi dan pemantauan spektrum frekuensi radio, bersama tiga operator seluler di Indonesia yaitu Telkomsel, XLSMART, dan Indosat Ooredoo Hutchison.
Pemantauan ini dilakukan sebagai upaya mitigasi terjadinya lonjakan trafik telekomunikasi di momen libur hari raya Idulfitri 2026, yang diperkirakan meningkat sekitar 30-40 persen dibandingkan hari-hari biasa.
"Lebaran atau libur kita kali ini adalah libur yang istimewa ya. Karena dari segi waktunya luar biasa panjang. Digabung dengan adanya WFA (Work From Anywhere), maka akan memberikan dampak yang signifikan terhadap lonjakan trafik telekomunikasi yang kita perkirakan laporan sekitar 30-40 persen," kata Sekertaris Jenderal Kementerian Komdigi, Ismail pada Jumat, 13 Maret.
Sementara itu, Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, menyebutkan bahwa pemantauan akan dilakukan melalui balai monitoring spektrum frekuensi radio yang tersebar di berbagai tempat, mulai 13 - 29 Maret.
Selain itu, Komdigi bersama opsel juga menempatkan posko bersama di sembilan titik, di antaranya, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, stasiun Gambir, stasiun Semarang Tawang, dan stasiun Kereta Cepat Halim (KCIC).
BACA JUGA:
Pemantauan juga dilakukan di beberapa pelabuhan utama, seperti Pelabuhan Merak di Banten untuk arus mudik dan Pelabuhan Bakauheni untuk arus balik, Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya, serta Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Ketapang yang menjadi jalur penyeberangan antara Jawa dan Bali.
Tidak lupa, posko bersama tersebut juga akan ditempatkan di sejumlah rest area tol, di antaranya adalah Rest Area KM 57 untuk arus mudik dan Rest Area KM 62 untuk arus balik.
"Pelaksanaan posko bersama ini juga bertujuan utama menjaga keselamatan masyarakat dengan memastikan komunikasi-komunikasi yang menggunakan spektrum radio tidak terganggu," tutur Wayan.