Bagikan:

JAKARTA - Perwakilan Meta Indonesia menyampaikan apresiasi atas inspeksi mendadak yang dilakukan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, bersama jajaran kementerian/lembaga terkait, Rabu, 4 Maret.

Kepala Kebijakan Publik Meta, Berni Moestafa, menyatakan kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi antara perusahaan dan pemerintah, khususnya terkait isu keamanan dan moderasi konten di Indonesia.

“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada Ibu Menteri, atas kehadiran Ibu dan Pak Dirjen, ke kantor Meta, yang memberikan atensi untuk beberapa hal yang menjadi kekhawatiran kita bersama,” kata Berni di Jakarta.

Dalam pertemuannya dengan Menkomdigi, Meta menegaskan komitmennya untuk menjaga agar seluruh platform yang beroperasi di Indonesia tetap aman bagi masyarakat.

Raksasa teknologi itu juga mengaku telah menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti sejumlah poin yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

“Kami upayakan agar platform kami tetap aman bagi seluruh masyarakat Indonesia, dan kami sudah memberikan komitmen untuk menindaklanjuti apa yang tadi sudah dibicarakan, agar bisa melakukan perbaikan-perbaikan yang diharapkan membuat platform kami lebih aman buat kita semua,” tegasnya.

Komitmen ini disampaikan setelah Menkomdigi Meutya bersama Kementerian/Lembaga lain melakukan sidak ke kantor perwakilan Meta sebagai tindak lanjut atas rendahnya tingkat kepatuhan platform tersebut terhadap regulasi di Tanah Air, khususnya terkait moderasi konten dan pelaporan.

Komdigi menyoroti tingginya penyebaran konten disinformasi di sejumlah platform Meta, khususnya terkait isu kesehatan, kejahatan digital seperti scamming, dan juga konten yang memicu polarisasi sosial.

Pemerintah menilai, dengan jumlah pengguna internet Indonesia yang mencapai sekitar 230 juta orang, diperlukan pengawasan dan komitmen yang lebih kuat dari platform digital untuk melindungi kepentingan publik.