YOGYAKARTA - Traveler dari Batam yang bertujuan ke Singapura akan menjumpai moda transportasi baru unik yang disebut AirFish. Moda transportasi Hovercraft ini digadang-gadang menambah daya tarik Batam. Bagi Anda yang belum mengenal AirFish, simak ulasannya di bawah ini.
Dikutip dari Antara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) Batam Ardiwinata menyebutkan rencana pengoperasian AirFish sejatinya bukan hal baru.
"Ini sebenarnya sudah lama dibicarakan. Sekarang mulai mengerucut dan informasinya akan segera beroperasi. Dari sisi pariwisata, ini tentu sangat mendukung," ujar Ardiwinata.
Ia menjelaskan pembahasan sudah berlangsung sejak sekitar tahun 2020 antara Kementerian Perhubungan, Badan Pengusahaan (BP) Batam, dan pihak pemerintah kota, yang pada saat itu masih disebut dengan konsep 'seaplane'.
Hovercraft AirFish dijadwalkan mulai dioperasikan pada paruh kedua tahun 2026, melayani rute Singapura-Batam dari Tanah Merah Ferry Terminal.
Layanan ini diberikan oleh ST Engineering AirX, hasil kolaborasi ST Engineering dengan startup Singapura Peluca, yang menjalin kerja sama dengan operator feri BatamFast.
Dengan kapasitas delapan penumpang dan dua kru, AirFish Voyager menawarkan waktu tempuh sekitar 25 menit, lebih cepat dibandingkan dengan feri konvensional, yang menempuh waktu sekitar 45 menit.
Ardiwinata menilai AirFish berpotensi menjadi amenitas sekaligus transportasi baru yang memperkuat aksesibilitas Batam.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur pendukung relatif tidak rumit karena dermaga dapat mendayagunakan fasilitas yang sudah ada.
"Untuk dermaga bisa memakai yang sudah ada, jadi pembangunan tidak sulit," jelasnya.
Dengan waktu tempuh yang lebih cepat, Batam akan semakin kompetitif sebagai destinasi wisata dan tujuan bisnis.
"Kajian untuk ini pasti sudah ada. Dulu juga pernah ada uji coba dan Batam sangat layak untuk mengoperasikan ini. Ini menambah kekuatan Batam sebagai kota pariwisata," kata Ardiwinata.
Operator feri regional BatamFast akan menjadi pihak pertama di dunia yang mengoperasikan AirFish Voyager secara komersial. BatamFast akan menyewa dan mengoperasikan wahana WIG berkapasitas 10 penumpang tersebut untuk rute feri antara Singapura dan Batam, Indonesia.
BACA JUGA:
Mengenal AirFish
AirFish merupakan wahana transportasi dengan basis teknologi Wing-in-Ground Effect (WIG) yang dirancang untuk menghadirkan mobilitas cepat, efisien, dan fleksibel di wilayah perairan. Dengan kemampuan melaju di atas permukaan laut, AirFish dapat menjadi alternatif inovatif antara pesawat dan kapal laut.
Spesifikasi Teknis AirFish
AirFish dilengkapi dengan performa yang dirancang untuk kebutuhan komersial dan logistik modern:
- Kecepatan jelajah (Cruising Speed): 100 knot
- Daya angkut (Payload): hingga 1.000 kg
- Jangkauan jelajah (Cruising Range): 300 nautical miles (NM) atau sekitar 550 km
- Kemampuan lepas landas dan mendarat:
- Beroperasi hingga kondisi gelombang laut Sea State 3
- Kecepatan angin hingga 15 knot
Konfigurasi Komersial
Untuk berbagai kebutuhan operasional, AirFish hadir dalam beberapa konfigurasi:
- Commuter (8 penumpang). Digunakan untuk transportasi penumpang jarak menengah, cocok untuk rute antarpulau dan kawasan pesisir.
- Business (6 penumpang). Konfigurasi eksklusif untuk perjalanan bisnis dengan kenyamanan yang lebih tinggi.
- VIP (4 penumpang), versi premium dengan kabin mewah untuk tamu VIP dan eksekutif.
- Lengkap dengan dua kontainer modular intermodal (2x Joint Modular Intermodal Containers), cocok digunakan untuk pengiriman barang dan kebutuhan distribusi cepat.
Demikian ulasan dan penjelasan untuk mengenal AirFish, moda transportasi baru di Batam. Semoga bermanfaat. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.