JAKARTA - CEO OpenAI Sam Altman menanggapi komentar keras dari pemilik platform X, Elon Musk, terkait ChatGPT yang dinilai terlalu longgar dalam menjaga keamanan pengguna.
Dalam postingannya beberapa waktu lalu, Altman menegaskan bahwa pengelolaan sistem kecerdasan buatan yang digunakan hampir satu miliar orang merupakan tanggung jawab besar dan penuh dilema.
Pernyataan tersebut muncul setelah Musk menulis peringatan kepada publik agar tidak membiarkan orang terdekat mereka menggunakan ChatGPT, mengacu pada berita yang menyebutkan dugaan keterkaitan ChatGPT dengan 9 kematian penggunaannya.
Sometimes you complain about ChatGPT being too restrictive, and then in cases like this you claim it's too relaxed. Almost a billion people use it and some of them may be in very fragile mental states. We will continue to do our best to get this right and we feel huge… https://t.co/U6r03nsHzg
— Sam Altman (@sama) January 20, 2026
Pernyataan Musk itu kemudian memicu perdebatan luas di media sosial mengenai keamanan dan dampak psikologis penggunaan AI.
“Kadang kalian mengeluh ChatGPT terlalu ketat, lalu di kasus lain kalian bilang terlalu santai. Hampir satu miliar orang menggunakannya dan sebagian dari mereka berada dalam kondisi mental yang sangat rapuh,” tulis Altaman.
Altman menyebut OpenAI kerap berada di posisi serba salah. Di satu sisi, perusahaan dikritik karena dianggap terlalu membatasi fitur ChatGPT.
Namun di sisi lain, mereka juga dituduh karena terlalu longgar ketika terjadi kasus yang melibatkan pengguna dalam kondisi mental rentan.
BACA JUGA:
Meski demikian, Ia menekankan bahwa OpenAI terus berupaya mencari keseimbangan antara melindungi pengguna yang rentan dan memastikan teknologi tersebut tetap bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Kami akan terus melakukan yang terbaik untuk memperbaikinya. Ini adalah situasi yang tragis dan kompleks, dan layak diperlakukan dengan penuh rasa hormat,” lanjutnya.
Dalam unggahannya, Altman juga menyinggung soal teknologi lain seperti sistem Autopilot Tesla, yang menurutnya telah terlibat dalam lebih dari 50 kematian akibat kecelakaan lalu lintas.
“Bahkan lebih dari 50 orang dilaporkan meninggal akibat kecelakaan terkait Autopilot. Saya sendiri hanya pernah mencobanya sekali, dan kesan pertama saya adalah teknologi itu belum cukup aman untuk dirilis,” tulisnya.