Bagikan:

JAKARTA – Larangan penggunaan API Bisnis WhatsApp untuk menghadirkan chatbot pihak ketiga resmi dikecualikan untuk Italia dan Brasil. Keputusan ini dibuat berdasarkan dorongan kedua negara tersebut.

Pada akhir tahun lalu, Meta menyatakan bahwa seluruh penyedia layanan AI (artificial intelligence) di WhatsApp harus menarik diri dari platform tersebut. Akibat dari dikeluarkannya aturan ini, ChatGPT dan Perplexity tak bisa lagi diakses di platform perpesanan tersebut.

Perusahaan itu beralasan bahwa aplikasi WhatsApp seharusnya tidak menjadi pengganti utama untuk layanan chatbot eksternal. Mereka juga mengatakan bahwa infrastruktur WhatsApp tidak dirancang untuk menampung chatbot pihak ketiga.

Namun, langkah ini dicurigai sebagai penyalahgunaan posisi dominan di pasar menurut otoritas persaingan Italia (AGCM). Lembaga tersebut khawatir kebijakan ini akan menghambat inovasi teknis dan merugikan konsumen yang lebih nyaman berinteraksi melalui antarmuka WhatsApp.

"Perilaku Meta tampaknya merupakan penyalahgunaan karena dapat membatasi produksi, akses pasar, atau pengembangan teknis di pasar layanan chatbot AI," kata AGCM dalam laporannya, melansir dari 9to5mac pada Jumat, 16 Januari 2026.

Sejalan dengan keputusan Italia, badan pengawas CADE di Brasil juga memerintahkan penangguhan aturan tersebut demi menjaga persaingan yang sehat. Dua tuntutan tersebut akhirnya membuat Meta memperbarui syarat dan ketentuan bisnis mereka khusus untuk pemilik nomor telepon di dua negara tersebut.

Pengguna di dua wilayah itu kini dapat mengobrol kembali dengan bot, seperti ChatGPT, layaknya mengirim pesan kepada kontak biasa. Melihat situasi ini, kemungkinan akan ada negara lainnya yang menuntut perubahan kebijakan serupa.