Bagikan:

JAKARTA – Meta akan mengizinkan chatbot pihak ketiga beroperasi di WhatsApp. Namun, mereka akan membebankan biaya ke pengembang yang menghadirkan chatbot Kecerdasan Buatan (AI) ke WhatsApp.

Kebijakan harga ini akan mulai berlaku pada 16 Februari mendatang untuk pengembang di wilayah Italia. Keputusan ini muncul setelah badan pengawas persaingan usaha Italia menangguhkan larangan chatbot pihak ketiga di WhatsApp.

Meta berencana membebankan biaya sebesar 0,0572 euro (Rp1.159) untuk setiap pesan respons AI non-template. Jika pengguna membuat ribuan pertanyaan atau respons setiap harinya, tagihannya akan semakin besar.

"Di tempat di mana kami secara hukum diwajibkan menyediakan chatbot AI melalui API bisnis, kami memperkenalkan harga bagi perusahaan yang menggunakan platform kami,” kata Meta, dilansir dari TechCrunch pada Kamis, 29 Januari.

Sebelumnya, Meta mengatakan bahwa kehadiran chatbot AI pihak ketiga dilarang di WhatsApp karena alasan sistem operasi. Perusahaan itu menjelaskan bahwa sistem WhatsApp Business API mereka tidak dirancang untuk menanggung jutaan respons otomatis dari chatbot.

Menurut Meta, jalur pemasaran bagi perusahaan AI seharusnya melalui toko aplikasi resmi atau situs web mereka sendiri. Mereka keberatan jika WhatsApp dianggap sebagai alat distribusi bagi para penyedia layanan AI global.

Meski ada wilayah lain yang mendapatkan pencabutan larangan serupa, seperti Brasil, penerapan sistem biaya ini baru diumumkan untuk Italia. Pembatasan API bisnis WhatsApp untuk chatbot pihak ketiga ini masih diselidiki di wilayah lainnya.