JAKARTA - Tiga senator dari Partai Demokrat Amerika Serikat mendesak Apple dan Google untuk segera menghapus aplikasi X beserta chatbot AI Grok dari toko aplikasi mereka. Desakan ini muncul menyusul maraknya penyebaran gambar seksual nonkonsensual yang melibatkan perempuan dan anak di platform milik Elon Musk tersebut.
Dalam surat yang dipublikasikan pada Jumat, 9 Januari, Senator Ron Wyden, Ben Ray Lujan, dan Edward Markey menegaskan bahwa Apple dan Google harus menurunkan X dari App Store dan Play Store hingga pelanggaran kebijakan yang dilakukan platform tersebut benar-benar ditangani. Mereka menilai penyebaran konten seksual ilegal telah melanggar aturan dasar kedua raksasa teknologi itu.
X berada dalam sorotan global sejak pekan lalu, setelah Grok diketahui menghasilkan dan menyebarkan gambar AI nonkonsensual yang menampilkan perempuan dan anak-anak dalam pakaian minim, pose merendahkan, hingga bernuansa seksual dan kekerasan. Konten tersebut memicu kecaman luas dari pemerintah dan regulator di berbagai negara.
BACA JUGA:
Para senator menyoroti kebijakan Google yang melarang aplikasi memfasilitasi eksploitasi atau pelecehan anak, serta aturan Apple yang melarang materi seksual atau pornografi di platformnya. Mereka mengingatkan bahwa di masa lalu, kedua perusahaan tersebut pernah bertindak cepat dengan menghapus aplikasi yang melanggar aturan serupa.
Menurut isi surat tersebut, pembiaran terhadap perilaku X akan merusak kredibilitas praktik moderasi konten Apple dan Google. Hingga berita ini diturunkan, kedua perusahaan belum memberikan tanggapan resmi. X sendiri merujuk pada pernyataan sebelumnya yang menyebut mereka mengambil tindakan terhadap konten ilegal, termasuk materi eksploitasi seksual anak.
Perusahaan induk X, xAI, tidak menjawab secara spesifik soal surat senator maupun keluaran Grok yang bermasalah. Mereka hanya menyampaikan pernyataan umum yang menuding adanya informasi menyesatkan dari media arus utama.
Elon Musk turut menjadi sorotan setelah beberapa kali merespons gambar hasil manipulasi AI dengan emoji tertawa dan menuding pengguna sebagai pihak yang bertanggung jawab atas konten ilegal. Ia menyatakan bahwa siapa pun yang menggunakan Grok untuk membuat konten terlarang akan menghadapi konsekuensi hukum yang sama seperti mengunggah materi tersebut secara langsung.
Tekanan terhadap X juga datang dari Inggris. Menteri Teknologi Inggris, Liz Kendall, menyatakan regulator media Ofcom diperkirakan akan bertindak dalam hitungan hari. Ofcom memiliki kewenangan menjatuhkan denda besar hingga memblokir layanan jika platform dinilai melanggar aturan.
Di tengah kritik yang terus menguat, xAI mulai membatasi fitur pengeditan gambar Grok bagi pengguna umum. Permintaan publik untuk memanipulasi foto perempuan kini dibalas dengan pemberitahuan bahwa fitur tersebut hanya tersedia bagi pelanggan berbayar. Namun, pengguna masih dapat membuat gambar seksual melalui tab Grok di X dan mengunggahnya ke platform. Aplikasi Grok versi terpisah juga masih memungkinkan pembuatan gambar tanpa langganan.
Media belum dapat memastikan apakah pembatasan tersebut efektif menghentikan penyebaran gambar nonkonsensual. Senator Wyden menilai langkah itu tidak menyelesaikan masalah dan justru membuat pengguna harus membayar untuk menghasilkan konten bermasalah, sementara perusahaan tetap meraup keuntungan dari situasi tersebut.