Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Telkomsel kembali menerbangkan bantuan pascabencana kepada korban di wilayah terdampak termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Melalui bantuan keempat ini, Telkomsel dan Komdigi memberikan bantuan berupa 100 genset, 500 handphone, 50 unit baterai dan 50 rectifier. Bantuan ini dimaksudkan untuk mempercepat pemulihan di lokasi terdampak.

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komdigi, Fifi Aleyda Yahya, menyatakan bahwa bantuan kali ini akan difokuskan ke wilayah Aceh, khususnya di Aceh Tamiang, Gayo Lues, dan Bener Mariah.

Saat ini, proses pemulihan layanan telekomunikasi pascabencana di Sumatera Utara sudah mencapai 90%, Sumatera Barat sudah 99%, dan di Aceh telah mencapai 80%.

“Kali ini kami melakukan sebuah upaya pengiriman genset, tepatnya ini ada 100 genset yang kami kirim bersama dengan Telkomsel. Dan ini tujuannya untuk mempercepat pemulihan jaringan di wilayah Aceh,” kata Fifi saat konferensi pers pengiriman bantuan pada Senin, 22 Desember di bandara Halim Perdanakusuma.

Menurutnya, keberadaan genset sangat krusial untuk menjaga operasional jaringan telekomunikasi di tengah keterbatasan listrik akibat bencana.

Sementara itu, Direktur Human Capital Management Telkomsel, Indrawan Ditapradana menjelaskan, pengiriman bantuan kali ini merupakan pengiriman keempat, setelah sebelumnya dilakukan pada 15, 16, dan 17 Desember.

Ia menjelaskan bahwa bantuan ponsel ini akan diberikan kepada tim pemulihan di lokasi bencana. Namun, juga akan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“500 handphone, kami juga mendengar bahwa banyak tim-tim pemulihan bencana memerlukan alat komunikasi, sehingga kita siapkan dan juga sebagian akan kami sampaikan juga kepada masyarakat yang memerlukan,” jelas Indrawan.

Ponsel tersebut akan digunakan untuk mendukung koordinasi dapur umum, posko bantuan, tim pemulihan bencana, serta masyarakat yang kehilangan atau mengalami kerusakan perangkat komunikasi akibat banjir.