JAKARTA - Per Jumat, 18 Desember, pemulihan infrastruktur telekomunikasi di Provinsi Aceh sudah berangsur membaik, di mana 80,63 persen menara (site) BTS telah kembali berfungsi.
Dari total 23 kabupaten/kota terdampak banjir dan longsor, Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat bahwa pemulihan jaringan di 20 kabupaten/kota sudah di atas 50 persen.
Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan pemulihan konektivitas diarahkan untuk menjamin kebutuhan dasar masyarakat, terutama di wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses komunikasi.
“Saya meminta operator untuk memfokuskan upaya pemulihan di kabupaten/kota yang tingkat pemulihannya masih di bawah 50 persen, yakni Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Bener Meriah, dan Kabupaten Gayo Lues. Konektivitas di wilayah-wilayah ini penting agar warga tidak merasa terisolasi,” ujar Meutya dalam siaran resminya dikutip Minggu, 21 Desember.
BACA JUGA:
Menurut Meutya, kehadiran jaringan komunikasi di tengah bencana berperan langsung dalam mendukung keselamatan warga, koordinasi bantuan, layanan darurat, serta pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi secara bertahap.
Pemerintah juga mengapresiasi kerja keras para operator telekomunikasi, teknisi lapangan, dan seluruh pihak terkait yang tetap bekerja di tengah keterbatasan dan risiko untuk memastikan masyarakat dapat kembali terhubung.
Selain Aceh, pemulihan infrastruktur telekomunikasi di Sumatera Barat sudah jauh lebih baik, yakni pemulihan BTS telah mencapai 99,14 persen, sementara di Sumatera Utara mencapai 97,35 persen.
Pemerintah akan terus menyampaikan pembaruan secara berkala dan memastikan proses pemulihan konektivitas berjalan hingga menjangkau seluruh wilayah terdampak.