BONE - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyebut level kerukunan umat beragama di Indonesia ada pada tingkat tertinggi sejak era kemerdekaan. Pada 2025, indeks kerukunan tercatat mencapai 77 persen.
“Ini angka kerukunan tertinggi yang pernah kita capai sejak Indonesia merdeka. Kita belum pernah merasakan tingkat kerukunan seperti sekarang berdasarkan hasil survei,” kata Nasaruddin saat membuka Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Rabu 7 Januari.
Ia menuturkan, capaian tersebut bukan sekadar angka statistik, tetapi tercermin nyata dalam kehidupan sosial masyarakat. Salah satunya terlihat dalam berbagai agenda lintas agama yang digelar dalam peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Ke-80 Kementerian Agama, mulai dari Porseni hingga gerak jalan lintas agama.
“Dalam kegiatan ini, orang sampai lupa apa agamanya karena begitu akrab satu sama lain. Mereka datang dari berbagai daerah, berbaur tanpa sekat,” tuturnya.
Nasaruddin menilai, peringatan HAB ke-80 juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan nasional. Antusiasme puluhan ribu peserta dari berbagai daerah diharapkan membawa dampak sosial dan ekonomi positif bagi masyarakat setempat.
Selain kerukunan, Menag juga menyinggung solidaritas nasional yang semakin kuat, khususnya dalam penggalangan bantuan bencana. Kementerian Agama menyiapkan sekitar Rp 140 miliar untuk penanganan bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatera dan Aceh, dengan dukungan hingga tingkat provinsi, kabupaten, dan masjid-masjid.
“Bahkan dari Papua pun ikut mengumpulkan bantuan untuk saudara-saudara kita di Aceh. Ini benar-benar terasa Indonesia itu satu,” tegas Nasaruddin.
BACA JUGA:
Menag berharap tren positif kerukunan umat beragama ini terus meningkat ke depan dan ditargetkan bisa mencapai raihan lebih tinggi lagi pada 2026.
“Mudah-mudahan grafiknya terus naik, dan kerukunan ini bisa kita jaga bersama,” tandasnya.