Bagikan:

JAKARTA - Juara bertahan Barcelona tampil maksimal untuk menghancurkan Athletic Bilbao 5-0 di laga semifinal Piala Super Spanyol atau Supercopa de Espana di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Kamis, 8 Januari 2026 dini hari WIB. Barca pun melaju ke final menghadapi Real Madrid atau Atletico Madrid.

Barca tampil dengan komposisi pemain yang berbeda. Striker Robert Lewandowski yang tak lagi menjadi pilihan pertama kembali duduk di bench. Bahkan Lewandowski sama sekali tidak dimainkan karena pelatih Hansi Flick memilih mengandalkan Ferran Torres yang turut menyumbang gol di laga tersebut.

Bintang muda Lamine Yamal juga mengawali laga dengan duduk di bangku cadangan. Begitu pula Marcus Rashford dan Dani Olmo yang bersama Yamal baru diturunkan di babak kedua.

Meski melakukan rotasi pemain, namun Barca yang memegang rekor paling banyak menjadi juara di Piala Super Spanyol karena sudah memenangi 15 kali ini tampil dominan. Penampilan ofensif yang diperagakan pasukan Flick menjadikan mereka sepenuhnya menguasai pertandingan dan bahkan meraih kemenangan besar untuk melaju ke final.

Pemain depan Raphinha yang mencetak brace di laga itu menunjukkan kepuasannya. Menurut dia tim bermain dengan sangat baik dalam bertahan maupun menyerang.

“Ini semua tergantung kepada kami apakah pertandingan bisa berlangsung dengan gampang atau sulit. Saat kami bermain dengan sangat baik dan melakukan segala sesuatunya dengan baik pula, pertandingan tentu menjadi lebih mudah. Artinya kami menyerang dan bertahan dengan sangat baik,” ucap Raphina seperti dikutip france24.

Lebih lanjut, pemain tim nasional Brasil yang baru pulih dari cedera hamstring sehingga harus menepi selama dua bulan, mengatakan, “Saya selalu berusaha bermain di level terbaik. Saya tak pernah ingin mengatakan bahwa saya dalam kondisi terbaik.”

Sementara kapten Athletic Inaki Williams meminta maaf kepada suporter atas kekalahan telak di Piala Super Spanyol. Dia mengakui tim tidak berada di level terbaik sehingga gagal mengimbangi Barca.

“Kami meminta maaf kepada fans yang sudah datang ke sini [Arab Saudi]. Kami tidak berada di level terbaik di pertandingan ini. Tidak ada yang perlu disampaikan lagi kecuali kami harus meminta meminta maaf,” kata Williams.

Barcelona Menggebrak dan Mendominasi

Di pertandingan itu, Barca yang saat ini memimpin klasemen LaLiga Spanyol langsung menggebrak dan menunjukkan dominasi atas lawannya. Hanya, Blaugrana harus menunggu hingga menit 22 untuk mengatasi kebuntuan setelah Torres membobol gawang Athletic. Dirinya menuntaskan assist dari Fermin Lopez yang membawa Barca unggul 1-0.

Gol itu langsung menaikkan adrenalin pemain Barca. Mereka memaksa tim asuhan Ernesto Valverde lebih banyak bertahan. Namun gawang Unai Simon tetap kebobolan setelah barisan belakang Athletic gagal membendung serangan Barca. Kali ini, Lopez yang memperbesar keunggulan Barca setelah menyambut umpan Raphinha di menit 30.

Unggul 2-0, Barca bermain semakin atraktif. Mereka menekan pertahanan Athletic dan hanya berselang empat menit, Barca sudah menambah gol. Pemain sayap Swedia Roony Bardghji yang mendapat kesempatan sebagai starter turut menyumbang gol akibat kiper Simon salah mengantisipasi bola.

Upaya dia menahan bola bawah tendangan Bardghji justru mengenai tubuh Simon sendiri yang membuat bola malah meluncur ke gawang. Gol itu langsung mematikan daya Athletic. Setelah tertinggal 3-0, mereka sudah sulit mengejar defisit gol.

Apalagi hanya berselang dua menit, Raphinha sudah menambah gol lagi. Bardghji pula yang membuat assist sehingga Raphinha berhasil menuntaskannya lewat tendangan ke sudut atas gawang dan mengubah skor menjadi 4-0.

Skor itu bertahan hingga babak pertama usai meski Athletic sempat mendapat peluang memperkecil ketinggalan. Namun sepakan Oihan Santet masih membentur tiang gawang dan ini menjadi satu-satunya peluang bagus Zuri-Gorriak (si Merah dan Putih, warna khas jersey Athletic).

Memasuki babak kedua, Barca tak menurunkan tempo permainan. Mereka tak butuh waktu lama untuk memantapkan keunggulan. Pertandingan baru berjalan tujuh menit, Raphinha mencetak gol keduanya.

Skor berubah menjadi 5-0 untuk Barca. Tidak ada perlawanan sama sekali dari Athletic di sepanjang babak kedua. Flick pun kemudian memasukkan Yamal, Rashford dan Olmo. Hanya tidak ada gol dari mereka sehingga skor lima gol tanpa balas itu bertahan hingga peluit akhir berbunyi.

Kemenangan besar itu membawa Barca ke final untuk menghadapi Madrid atau Atletico Madrid. Duel sesama tim ibukota itu tersaji pada Jumat, 9 Januari 2026 dini hari WIB.