JAKARTA - Bimo Setiawan Almachzumi atau lebih dikenal sebagai Bimbim, mengungkap makna di balik lagu Slank yang dirilis tahun 2023, “Polisi Yang Baik Hati”.
Seperti diketahui, Slank menuai kritik setelah perilisan lagu tersebut. Banyak orang menilai band yang bermarkas di Potlot itu telah berubah citra dari band yang dikenal dengan kritik sosial-politik.
Namun Bimbim menjelaskan, “Polisi Yang Baik Hati” sebenarnya ditujukan sebagai doa agar kepolisian Indonesia benar-benar menjadi institusi yang baik.
“(Lagu) itu, ceritanya kita lagi berdoa, lagi memberi afirmasi positif,” kata Bimbim, saat tampil dalam episode terbaru podcast PWK yang dipandu Gofar Hilman.
“Itu sarkas,” tambah musisi 59 tahun itu.
Bimbim merasa, tujuan yang diharapkan Slank dari “Polisi Yang Baik Hati” terbukti ampuh. Hal tersebut dapat dilihat dari kemunculan lagu tersebut di media sosial, ketika muncul kasus oknum polisi bermasalah.
“Tapi it works, setiap kali ada polisi yang melakukan hal-hal jelek, keluar lagi tuh lagu,” tuturnya. “Coba lu liat di sosial media.”
BACA JUGA:
Lebih lanjut, Bimbim juga menanggapi beberapa pandangan yang menyebut Slank saat ini lebih condong mendukung salah satu partai politik.
Bimbim tidak ambil pusing pada penilaian tersebut. Namun yang ia pastikan, Slank—melalui karya-karyanya—sudah menyuarakan berbagai permasalahan di Tanah Air.
“Ya bebas sih. Tapi di sosial media itu banyak orang kayak katak dalam tempurung gitu, yang tiba-tiba keluar, enggak tau apa-apa tapi ngoceh,” ujarnya.
“Kayak lagu-lagu Slank kan, sebut aja masalah-masalah di Indonesia, pasti ada di lagunya Slank. Kayak misalnya alam, lagi banjir, kita udah nulis ‘Hutan Karma’ dari kapan tau,” tandasnya.