Bagikan:

JAKARTA - Setelah meramaikan jagat musik dengan single baru berjudul Republik Fufufafa, Slank bersiap untuk meluncurkan album ke-26 yang akan dirilis Januari ini.

Album mendatang akan menampilkan banyak kritik sosial-politik. Drumer sekaligus pentolan Slank, Bimbim, bahkan menyebut album tersebut penuh dengan kontroversi.

“Ini kontroversial albumnya,” kata Bimbim, saat tampil dalam episode terbaru podcast PWK yang dipandu Gofar Hilman.

“Kan Slank selalu meng-capture kehidupan, ini kan sudah dua tahun enggak rilis, berarti (permasalahan) dua tahun terakhir, seperti masalah politik, sosial, cinta di Indonesia, ya ada di situ,” sambungnya.

Sebagai penulis lirik pada sebagian besar lagu Slank, musisi 59 tahun itu juga menyebut banyak ide menarik yang dituangkan ke dalam album.

“Dan banyak ide yang out of the box di liriknya,” katanya.

Adapun, album ke-26 Slank akan lebih dulu dirilis di platform streaming digital, dengan rencana perilisan album fisik di kemudian hari.

“Kita mau keluarin digital dulu, tapi untuk collectable, akan dicetak CD, kaset, sama vinyl,” pungkas Bimbim.