JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mendalami potensi pemanfaatan teknologi Unmanned Vehicle (UxV) atau kendaraan nirawak untuk penanganan bencana dan distribusi logistik.
Kepala Pusat Riset Mekatronika Cerdas BRIN, Yanuandri Putrasari, menjelaskan bahwa UxV mencakup kendaraan tanpa awak di darat, perairan, maupun udara. Riset mengenai UxV kini sedang dikembangkan untuk mendukung pemantauan wilayah terdampak bencana dengan lebih akurat.
"Semoga arah selanjutnya, UxV bisa mendistribusikan bantuan ataupun logistik, sehingga teknologi ini terus mendapat kajian dan riset agar bisa mendukung kebutuhan baik insidental maupun jangka panjang," kata Yanuandri, dikutip dari situs resmi BRIN pada Rabu, 17 Desember.
Pemanfaatan UxV dinilai sangat mendesak untuk melayani kawasan Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T) dengan aksesibilitas terbatas. Peneliti Universitas Atma Jaya, Gregorius Airlangga, pun menegaskan bahwa drone dapat menjadi solusi potensial untuk menembus hambatan infrastruktur di wilayah terpencil.
BACA JUGA:
“Untuk wilayah 3T, masih banyak sekali tantangan dalam hal aksesibilitas dan sulit dijangkau. Saya semakin yakin UxV ini sangat dibutuhkan untuk membantu logistik," ungkap Gregorius.
Wilayah 3T sering kali memiliki medan berat seperti pegunungan dan hutan lebat yang membuat distribusi barang menjadi sangat mahal dan lambat. Oleh karena itu, penggunaan sistem kendali cerdas pada kendaraan nirawak diharapkan dapat memangkas waktu distribusi kebutuhan dasar.
BRIN berharap hasil riset ini dapat memicu produktivitas dan kolaborasi multidisiplin antara akademisi serta praktisi teknologi di Indonesia. Fokus utama dari riset ini adalah menciptakan sistem logistik yang tangguh melalui pengambilan keputusan berbasis data dari kumpulan robot nirawak tersebut.