Bagikan:

JAKARTA - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menekankan pentingnya memahami prinsip dasar keamanan siber sebagai salah satu keterampilan hidup, di era serba digital saat ini.

Menurutnya, manusia (human error) masih menjadi faktor risiko terbesar di bidang keamanan siber. Maka dari itu, sangat penting menanamkan literasi keamanan siber kepada seluruh masyarakat.

“Prinsip-prinsip dasar keamanan siber penting diketahui sebagai life skill karena sebagian besar ancaman siber berasal dari kesalahan manus,” kata Nezar dalam pernyataannya.

Laporan Voice of the CISO 2024 dari Proofpoint juga menemukan bahwa tiga dari empat (74%) kepala petugas keamanan informasi (CISO) mengatakan kesalahan manusia adalah risiko keamanan siber utama mereka.

Beberapa penyebab utama kehilangan data dalam survei tersebut berhubungan langsung dengan karyawan. Di mana 42% berasal dari kelalaian orang dalam/karyawan, seperti karyawan yang menyalahgunakan data.

Alasan lain termasuk orang dalam yang jahat atau kriminal (36%), pencurian kredensial karyawan (33%), dan perangkat yang hilang atau dicuri (28%).

Indeks ancaman IBM 2024 juga mendukung temuan ini, di mana temuan ini menunjukkan bahwa 30% serangan dimulai dengan phishing yang menargetkan orang-orang yang kurang teliti.

Melihat urgensi tersebut, Wamen Nezar juga mengajak generasi muda yang berminat mendalami bidang keamanan siber untuk terus belajar mengembangkan keterampilan.

"Keahlian di bidang cyber security sangat dibutuhkan di era transformasi digital yang sedang berlangsung cukup dinamis," jelasnya.