JAKARTA– Google tengah menyiapkan pembaruan besar untuk Health Connect yang berpotensi mengubah cara Android mengelola data kesehatan pengguna. Dalam pengembangan Android versi mendatang, Health Connect disebut tidak hanya akan mencatat aktivitas kebugaran, tetapi juga mampu melacak konsumsi alkohol hingga berbagai gejala medis, dari sakit perut sampai gangguan tidur.
Health Connect pertama kali diluncurkan pada 2022 sebagai pusat data kesehatan terpadu di Android, memungkinkan berbagai aplikasi kebugaran dan kesehatan saling berbagi data secara aman. Seiring waktu, Google terus memperluas fungsinya. Pada Android 16, layanan ini sudah mendukung sesi yoga, meditasi, serta data medis seperti alergi, vaksinasi, dan hasil laboratorium. Pembaruan terbaru bahkan menambahkan pelacakan langkah secara native.
Dalam rilis Android Canary terbaru, Google terlihat merombak tampilan pengaturan Health Connect. Fokus utama kini diberikan pada daftar aplikasi kesehatan yang terhubung, yang langsung ditampilkan di halaman depan. Menu juga disederhanakan agar pengguna lebih mudah memahami siapa mengakses data apa, dan kapan.
BACA JUGA:
Perubahan penting lainnya ada pada menu “App access”. Google mengelompokkan izin berdasarkan kategori data, sehingga pengguna bisa mengizinkan atau menolak akses satu kelompok data sekaligus, tanpa harus mengatur satu per satu. Pendekatan ini dinilai lebih ringkas dan ramah pengguna, terutama bagi mereka yang memiliki banyak aplikasi kesehatan terpasang.
Di balik layar, Google juga menyiapkan dukungan untuk jenis data baru. Kode internal menunjukkan Health Connect akan mengenali berbagai jenis minuman beralkohol, mulai dari bir, wine, sake, hingga whiskey. Selain itu, layanan ini juga diproyeksikan dapat mencatat beragam gejala medis seperti nyeri otot, mual, demam, sesak napas, gangguan pencernaan, hingga insomnia.
Langkah ini mengindikasikan ambisi Google untuk menjadikan Health Connect sebagai agregator kesehatan menyeluruh, menggabungkan data olahraga harian, kebiasaan gaya hidup, catatan medis, hingga keluhan fisik. Secara strategis, ini juga memperkuat posisi Android untuk menyaingi Apple Health, yang lebih dulu populer di ekosistem iOS.
Namun, Health Connect tidak mengumpulkan data secara langsung, kecuali langkah kaki. Sistem ini tetap bergantung pada aplikasi pihak ketiga untuk mengirimkan data. Keuntungannya, Health Connect merupakan komponen modular Android, sehingga Google bisa mendistribusikan fitur baru lewat Play System Update tanpa menunggu pembaruan sistem operasi penuh.
Kapan fitur pelacakan gejala medis ini akan dirilis secara luas masih belum jelas. Tapi arah kebijakannya sudah terang: Android ingin ponsel bukan cuma tahu berapa langkahmu hari ini, tapi juga kenapa kamu merasa tidak enak badan. Teknologi makin peduli—tinggal penggunanya siap jujur pada data kesehatan sendiri