JAKARTA - Hitachi Vantara mengumumkan peluncuran Hitachi iQ Studio, solusi yang dirancang untuk membantu perusahaan merancang, menguji, dan mengelola sistem kecerdasan buatan (AI) dengan lebih cepat dan mudah.
Dengan sifat no-code dan low-code, pengguna dapat membuat dan menjalankan AI agents, tanpa tergantung penuh pada ilmuwan data atau pengembang AI yang ahli coding.
“AI telah berkembang melampaui tahap eksperimen, tetapi banyak organisasi masih membutuhkan fondasi yang tepat untuk dapat melakukan skala secara efektif,” ujar Jason Hardy, Chief Technology Officer for AI, Hitachi Vantara dalam pernyataannya.
Melalui Hitachi iQ Studio, Hitachi Vantara membantu perusahaan untuk membuat AI yang lebih mudah diakses dan lebih mudah dikelola dengan menggabungkan alat yang intuitif dengan kinerja dan tata kelola kelas enterprise.
Hitachi iQ Studio dibuat dengan teknologi NVIDIA AI Data Platform dan dilengkapi fitur untuk mengolah data dan model AI secara langsung di sistem perusahaan sendiri, tanpa harus memindahkan data ke cloud.
Hal ini dinilai sangat penting bagi industri yang wajib menjaga kerahasiaan data, seperti sektor keuangan, kesehatan, dan pemerintahan.
“Dengan menggabungkan keahlian data enterprise dari Hitachi Vantara dan komputasi dipercepat serta perangkat lunak dari NVIDIA, Hitachi iQ Studio memberikan kinerja, skalabilitas dan efisiensi yang dibutuhkan pelanggan untuk membangun dan menerapkan sistem AI tingkat lanjut dalam skala enterprise,” tambah Jacob Liberman, Director of Enterprise Product, NVIDIA.
BACA JUGA:
Peluncuran solusi ini sejalan dengan laporan Boston Consulting Group, yang mengungkapkan bahwa sebanyak 74% perusahaan masih kesulitan membawa proyek AI dari tahap percobaan ke penerapan nyata karena keterbatasan tenaga ahli dan pengelolaan data.
Hitachi iQ Studio hadir untuk menjembatani masalah tersebut, membantu perusahaan menjalankan proyek AI dengan lebih sederhana, aman, dan efisien.