Bagikan:

JAKARTA – Saham Snap, pemilik aplikasi Snapchat, mengalami lonjakan secara drastis pada 6 November 2025. Lonjakan ini dipicu oleh kemitraan terbarunya dengan Perplexity, perusahaaan Kecerdasan Buatan (AI). 

Melansir dari Reuters, kemitraan yang baru diumumkan ini bernilai 400 juta dolar AS (Rp6,6 triliun). Sepertinya, investor optimis bahwa Snap dapat me ngejar para pesaingnya dalam perlombaan AI sehingga saham perusahaan tersebut naik hingga 18 persen. 

Melalui kemitraan ini, mesin pencari dari Perplexity akan diintegrasikan langsung ke dalam Snapchat. Dengan begitu, Snapchat dapat ikut menjadi yang terdepan sekaligus melawan dominasi dari para pesaingnya, seperti TikTok dah Meta. 

CEO Snap, Evan Spiegel, menjelaskan bahwa Perplexity akan mengontrol respons terhadap pertanyaan pengguna melalui chatbot yang terintegrasi di dalam Snapchat. Spiegel menegaskan bahwa data dari interaksi pengguna ini tidak akan digunakan untuk tujuan menjual iklan.

Perjanjian senilai Rp6,6 triliun ini akan berjalan selama satu tahun. Perplexity akan membayar Snap melalui kombinasi uang tunai dan ekuitas. Pendapatan dari kesepakatan ini diharapkan mulai terlihat dalam laporan keuangan Snap tahun depan.

Lonjakan saham ini juga didorong oleh kabar lainnya, di mana Snap berhasil mengalahkan estimasi analis untuk pendapatan kuartal ketiga. Perusahaan juga memberikan panduan pendapatan kuartal keempat antara 1,68 miliar dolar AS (Rp28 triliun) dan 1,71 miliar dolar AS (Rp28,5 triliun). 

Sebelum lonjakan ini terjadi, Snap sempat kehilangan 32 persen nilainya. Oleh karena itu, kemitraan dengan Perplexity merupakan awal yang baik dan diharapkan dapat membalikkan tren negatif Snap.